Unhas dan Coventry University Perkuat Kolaborasi Internasional untuk Transformasi Riset Perguruan Tinggi

110
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) memperluas kemitraan akademik sekaligus mendorong transformasi menuju universitas berbasis riset yang berdaya saing global. Komitmen tersebut ditandai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Unhas dan Coventry University, Inggris.

MoU ditandatangani Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa dan Deputy Vice-Chancellor Coventry University, Richard Dashwood. Ruang lingkup kerja sama mencakup pertukaran mahasiswa, dosen, dan peneliti; penelitian bersama; publikasi ilmiah; serta penyelenggaraan simposium, konferensi, kursus singkat, dan berbagai kegiatan akademik lainnya.

Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, menyebutkan, kemitraan ini membuka peluang untuk merancang pengembangan kerja sama pendidikan dan penelitian, termasuk penjajakan program studi yang kompetitif.

Selain penandatanganan MoU, kehadiran Richard Dashwood juga diisi dengan kuliah umum. Salah satu strategi yang diperkenalkan, pendekatan pengembangan keunggulan melalui pemusatan investasi, sumber daya manusia, dan infrastruktur pada bidang penelitian yang memiliki potensi kompetitif.

Richard mengatakan, universitas tidak harus unggul dalam seluruh bidang keilmuan, tetapi perlu mengenali kekuatan yang dimiliki dan mengembangkan prioritas secara konsisten.

Transformasi riset Coventry University dimulai 2015 melalui konsolidasi kelompok penelitian ke dalam pusat riset terkoordinir.

Richard juga menekankan pentingnya melibatkan pengguna akhir melalui pendekatan co-creation. Pemerintah, industri, komunitas, dan mitra strategis perlu dilibatkan sejak tahap perumusan masalah hingga pemanfaatan hasil penelitian. Dengan demikian, keberhasilan riset diukur melalui publikasi ilmiah dan juga kontribusinya bagi masyarakat.

“Kita juga perlu memastikan bahwa pengetahuan yang dihasilkan dapat dimanfaatkan, baik oleh industri, pemerintah, maupun masyarakat, sehingga riset memberikan kontribusi nyata di luar lingkungan akademik,” jelas Richard.

Rektor Unhas menilai pengalaman Coventry University membuka perspektif penting bagi agenda transformasi riset Unhas. Pemetaan potensi peneliti, infrastruktur, dan rekam jejak penelitian perlu diposisikan sebagai dasar dalam menentukan bidang unggulan. Langkah tersebut harus diikuti dengan penguatan sumber daya manusia, fasilitas, tata kelola yang adaptif, serta kolaborasi lintas disiplin.

“Penguatan riset tidak cukup hanya dengan meningkatkan produktivitas penelitian, tetapi juga perlu memastikan hasilnya memiliki relevansi dan memberikan manfaat nyata. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak perlu diperkuat agar penelitian yang dikembangkan Unhas mampu menjawab kebutuhan sekaligus memperluas kontribusi universitas di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Prof. JJ.

Sinergi Unhas dan Coventry University diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan formal, tetapi berlanjut menjadi program konkret. Penandatanganan MoU dan kuliah umum tersebut berlangsung di Ruang Senat, Lantai 2 Gedung Rektorat, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, pada Kamis (29/10/2026). Kuliah umum diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri atas mahasiswa program magister (S2) dan peneliti di lingkungan Unhas.

Editor: Bali Putra