
BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) menyiapkan dana Rp25 miliar untuk program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB), menyasar lima pulau yakni Pulau Badi, Pulau Gondong Bali, Pulau Liukang Loe, Pulau Bahuluang, dan Pulau Selayar.
BI Sulsel menggandeng TNI Angkatan Laut (TNI AL) untuk kegiatan yang berlangsung hingga 19 Oktober 2026. Pelepasan ERB secara resmi dilaksanakan di Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Makodaeral) VI Makassar oleh Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi didampingi Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, dan Komandan Kodaeral VI Makassar, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, Selasa, 13, Oktober 2026.
Kepala BI Susel, Rizki Ernadi Wimanda menyebutkan, upaya mengedarkan uang di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) sudah dimulai 2012, dengan sekitar 150 kali kegiatan kas keliling wilayah 3T menjangkau 766 pulau.
Sementara ERB 2026 direncanakan berlangsung sebanyak 23 kegiatan, terdiri atas 19 ERB Nasional dan 4 ERB Mandiri, dengan target kunjungan ke 115 pulau di wilayah 3T.

Ia mengakui, ada tiga tantangan utama yang dihadapi dalam pelaksanaan ERB yakni kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan. Di mana, ada sekitar 17 ribu pulau yang membuat Indonesia menjadi negara kepulauan terbesar. Kemudian perilaku masyarakat dalam memperlakukan uang. Di mana, banyak uang lusuh akibat dilipat, disteples, dan dicuci. Juga tantangan penggunaan uang selain Rupiah, khususnya di wilayah perbatasan.
“Oleh karena itu, BI memandang penting bersinergi dengan TNI AL, dan ini merupakan ERB ke-17 di 2026 dengan mengunjungi lima pulau,” sebut Rizki.
ERB dengan tema “Bentang Lautan, Satukan Rupiah, Teguhkan Kedaulatan Negeri”, berlangsung 13-19 Oktober 2026, menggunakan KRI Marlin 877, jenis kapal patroli yang merupakan ujung tombak Al dalam menjaga perairan. Rute yang diambil dengan jarak tempuh sekitar 410 nautical mile, melibatkan sedikitnya 60 personel gabungan BI Sulsel dan TNI AL.

Selain menjaga nasionalisme dan patriotisme melalui rupiah, penukaran uang, ERB juga dirangkai berbagai kegiatan, seperti festival, jelajah daerah bersama komunitas Vespa, lomba pengumpulan uang logam bagi pelajar, juga kegiatan sosial mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, sunatan gratis bagi anak, pembagian sembako, dan pembagian susu sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Komandan Kodaeral VI Makassar, Andi Abdul Aziz menyebutkan, kondisi geografis berupa kepulauan, memberikan anugerah sekaligus tantangan tersendiri. Dikatakan, banyak pulau terpencil yang juga menuntut kehadiran negara.
“Namun demikian, tantangan geografis tidak boleh menjadi penghalang pemerataan Pembangunan. Inilah pentingnya menjaga sinergi BI dan TNI AL, di mana, TNI AL bertugas menjaga kedaulatan negara, sementara BI menjaga kedaulatan ekonomi bangsa,” sebutnya.

ERB, membawa harapan besar agar masyarakat di wilayah 3T dengan mudah mendapatkan dan menggunakan uang layak edar. Dikatakan, TNI AL menyadari, BI memiliki tujuan fundamental untuk menjaga kestabilan nilai rupiah, menjaga agar masyarakat memiliki rasa cinta bangga dan paham rupiah.
“Bagi TNI, ini adalah simbol identitas bangsa, manifestasi kedaulatan negara,” tegasnya.
Ke depan, kegiatan serupa, utamanya kegiatan sosial diharapkan bisa direncakan lebih baik, dengan skala lebih besar. Untuk itu, kerjasama pemerintah provinsi Sulsel juga menjadi hal penting.
Sejalan dengan itu, Wagub Sulsel, Fatmawati Rusdi menyatakan Pemprov Sulsel mendukung penuh dan siap berkontrbusi untuk kegiatan semacam ini. Oleh karenanya, Ia mengapresiasi langkah BI Sulsel dan TNI AL yang telah mewujudkan pemerataan pembangunan ekonomi hingga ke wilayah 3T.
Menurut Fatmawati, Sulsel merupakan gerbang utama Kawasan Timur Indonesia. Dengan wilayah kepulauan yang sangat luas, tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun demikian, katanya, tantangan geografis jangan sampai menjadi penghalang pemerataan Pembangunan.
“Kami, Pemprov Sulsel mendukung penuh dan selalu siap berkontribusi agar masyarakat mendapatkan akses rupiah yang setara. Rupiah, bukan hanya alat transaksi, namun rupiah juga merupakan simbol kedaulatan,” sebutnya.
ERB tak hanya siapkan penukaran Rupiah, namun program untuk menyebarluaskan cinta, bangga, dan paham Rupiah. “Semoga Rupiah yang disalurkan semakin memperkuat perekonomian daerah. Menjadi berkah, apalagi ada juga dirangkai kegiatan bakti sosial,” pungkas Fatmawati.
Pelepasan ERB 2026 juga dihadiri pihak LPS Wilayah III Sulampua, OJK Sulawesi Selatan dan Sulawei Barat, juga para pimpinan perbankan dan industri jasa keuangan.
Bali Putra









