Penerbangan Jemaah Umrah dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Ditunda

114
Ilustrasi. Area check in Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. POTO: DOK. BISNISSULAWESI.COM

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Menyusul insiden Bandara Riyadh, Arab Saudi, Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terus memantau perkembangan informasi serta berkoordinasi dengan maskapai penerbangan serta pemangku kepentingan terkait antisipasi potensi dampaknya terhadap operasional penerbangan.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menyebutkan, pihaknya terus mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dan memahami bahwa kondisi ini dapat menimbulkan kekhawatiran bagi calon jemaah umrah beserta keluarga yang sedang menantikan perjalanan ibadah ke Tanah Suci.

Menurut Ruly, salah satu penerbangan yakni Malaysia Airlines MH846 rute Makassar–Kuala Lumpur tetap beroperasi dengan total 30 penumpang reguler. Sementara itu, sebanyak 53 calon jemaah umrah dari PT Mudah Menuju Baitullah mengalami penundaan keberangkatan dan tidak diberangkatkan pada penerbangan tersebut.

“Penundaan ini berkaitan dengan pembatalan penerbangan lanjutan Malaysia Airlines MH158 rute Kuala Lumpur–Madinah,” ujar Ruly, Senin, 12 Oktober 2026.

Dengan demikian, kata Ruly dari total 83 penumpang yang direncanakan melakukan perjalanan, hanya 30 penumpang reguler yang diberangkatkan menuju Kuala Lumpur, sedangkan 53 calon jemaah umrah mengalami penundaan keberangkatan.

Ruly juga menyebutkan, hari ini tidak terdapat penerbangan langsung dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menuju Madinah maupun Jeddah. Pihak manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan stakeholder terkait untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan informasi mengenai operasional penerbangan tersampaikan secara akurat kepada masyarakat.

“Kami mengimbau calon jemaah umrah dan keluarga untuk senantiasa berkomunikasi dengan maskapai penerbangan serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing guna memperoleh informasi terkini dan akurat mengenai jadwal keberangkatan dan ketentuan perjalanan,” tambahnya.

Masyarakat juga diharapkan merujuk pada kanal informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Sebagai pengelola bandara, PT Angkasa Pura Indonesia melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan, memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta mendukung penyampaian informasi yang jelas dan tepat kepada pengguna jasa bandara. Kami memahami bahwa perjalanan umrah memiliki makna spiritual yang mendalam bagi setiap jemaah.

“Kami berharap situasi keamanan di kawasan Timur Tengah segera membaik sehingga aktivitas penerbangan dapat berlangsung dengan aman dan para jemaah dapat menjalankan perjalanan ibadah dengan tenang. Kami akan terus mengikuti perkembangan situasi dan memberikan dukungan pelayanan sesuai kewenangan serta prosedur yang berlaku,” pungkas Ruly.

Editor: Bali Putra