Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN pada Kuliah Umum BEM FH Unhas

122
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Akhirman, membagikan wawasan mengenai pentingnya hukum dalam dunia bisnis, khususnya di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kepada sekitar 520 mahasiswa baru Fakultas Hukum (FH) Universitas Hasanuddin (Unhas), Minggu, 11 Oktober 2026. Kuliah umum, merupakan bagian pembinaan mahasiswa tahap I yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH Unhas.

Mengangkat tema “Revitalisasi Esensi Keluarga Mahasiswa: Internalisasi Nilai-nilai Insan Yuris Guna Memanifestasikan Tri-Dharma Perguruan Tinggi”, kegiatan ini menghadirkan tiga pembicara yang merupakan alumni FH Unhas dengan pengalaman profesional di bidang masing-masing.

Selain Akhirman, hadir Regional Manager Bank Panin Sulsel, Hudli Huduri, dan Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Makassar, Asrul Alimina.

Akhirman menekankan, hukum memiliki peran strategis dalam menjalankan bisnis BUMN. Tidak hanya menjadi landasan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, hukum juga menjadi instrumen penting untuk memastikan tata kelola perusahaan berjalan secara transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Aktivitas bisnis BUMN memiliki kompleksitas tersendiri karena harus mampu menjaga keberlanjutan usaha sekaligus menjalankan mandat pelayanan dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional. Karena itu, pemahaman hukum menjadi kebutuhan penting dalam proses pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, penyusunan kerja sama bisnis, hingga pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan.

“Dalam dunia bisnis BUMN, pemahaman hukum sangat penting agar setiap keputusan dan aktivitas perusahaan memiliki landasan yang jelas, sesuai ketentuan, serta memperhatikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Hukum bukan sekadar aspek kepatuhan, juga bagian penting menjaga keberlanjutan bisnis dan kepercayaan para pemangku kepentingan,” ujar Akhirman.

Dia juga mendorong mahasiswa hukum untuk memperluas wawasan di luar aspek akademis dan memahami bagaimana ilmu hukum diterapkan dalam praktik profesional, termasuk di sektor korporasi dan industri kepelabuhanan. Menurut dia, kompetensi hukum perlu diimbangi dengan integritas, kemampuan analisis, serta pemahaman terhadap dinamika bisnis agar lulusan hukum mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Sebagai bagian dari Pelindo, Akhirman melihat pemahaman hukum sebagai salah satu fondasi dalam mendukung pengelolaan perusahaan yang profesional dan bertanggung jawab. Di sektor kepelabuhanan, kepastian hukum dan kepatuhan terhadap regulasi turut mendukung kelancaran operasional, efektivitas kerja sama, serta kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.

Ketua Panitia Pembinaan Mahasiswa Hukum Tahap I, Muh. Fauzan Ardika Syam, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan mahasiswa baru pada nilai-nilai kehidupan kemahasiswaan sekaligus memperluas pemahaman mengenai penerapan ilmu hukum dalam berbagai bidang profesi.

Menurut Fauzan, kehadiran para alumni yang telah berkiprah di sektor korporasi, perbankan, dan pemerintahan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh gambaran langsung mengenai tantangan dan peluang karier di bidang hukum. Pengalaman para pembicara diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mempersiapkan kompetensi selama menempuh pendidikan.

Melalui kegiatan ini, Pelindo Regional 4 turut mendukung pengembangan wawasan generasi muda melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman profesional. Sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha diharapkan dapat memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan profesi serta mendorong lahirnya sumber daya manusia hukum yang kompeten, berintegritas, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan nasional.

Editor: Bali Putra