Bank Indonesia Perkuat Fondasi Ekosistem Ekonomi Syariah di Daerah

104
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) bersama pemerintah dan mitra memperkuat sinergi mengakselerasi pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Sulsel yang memiliki 8,53 juta penduduk muslim.

Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, menyebutkan, komitmen penguatan fondasi ekosistem ekonomi syariah, salah satunya dilakukan dengan penyelenggaraan Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKS) 2026 di Makassar, 9 Oktober 2026. Tahun ini, BEKS yang saat ini memasuki tahun ketiga sejak pertama kali dilaksanakan 2024, mencakup 3 agenda besar utama.

Pencapaian Eksyar Sulsel 2026 dengan penyerahan 30 Sertifikat Juleha dan 50 Sertifikat Halal UMKM, 2 Sertifikat Nazhir bagi DMI dan BWI Sulsel, serta dukungan Impactful Program Tani Berkah dan Air Berkah Indonesia bagi 6 pondok pesantren. Apresiasi partisipasi UMKM EIWA di ajang Istanbul Fashion Connection (IFCO) 2026 serta penghargaan bagi para pemenang asal Sulsel dalam FESyar KTI 2026 di kategori ZISWAF unggulan, Olimpiade Eksyar, Halal Chef, dan Modest Fashion.

Penandatanganan Komitmen Bersama Akselerasi Ekosistem Syariah,  mencakup Komitmen Program Wakaf Produktif Pesantren Kabupaten Maros dan Komitmen Pengembangan Pariwisata Ramah Muslim Toraja Utara.

“Komitmen ini merupakan inisiatif bersama BI Sulsel, Pemerintah Daerah, dan mitra strategis untuk mengoptimalisasi aset tanah/lahan wakaf produktif serta sarana pendukung, dan industri kreatif sektor pariwisata ramah Muslim guna mendukung kemandirian ekonomi pesantren dan mewujudkan destinasi unggulan yang inklusif dan berdaya saing di Kawasan Timur Indonesia,” ujar Rizki

Dikatakan, ke depan, keberlanjutan pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah memerlukan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan. BEKS diharapkan menjadi agenda tahunan, yang terus berkembang menjadi wadah yang impactful, inklusif, terintegrasi, dan bersinergi dalam menghadirkan dampak positif terukur serta bermanfaat nyata bagi masyarakat luas.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi menyebutkan, pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan potensi 8,53 juta penduduk Muslim Sulsel (90 persen populasi) guna memperkuat posisi Sulsel sebagai hub ekonomi syariah di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Ia berharap BEKS menjadi living agenda tahunan bersama KDEKS agar program pengembangan ekonomi syariah tidak berhenti pada seremoni, tetapi memberikan dampak nyata di 24 kabupaten/kota.

Direktur Jaminan Produk Halal Kemenag RI, Muhammad Fuad Nasar mengapresiasi atas konsistensi BEKS. Ia menegaskan, penguatan rencana aksi daerah, percepatan sertifikasi halal, serta pemanfaatan wakaf produktif secara tepat sasaran menjadi kunci dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Editor: Bali Putra