Unibos Gelar Diea Natalis ke-40 Tahun

109
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Universitas Bosowa (Unibos) kembali menandai perjalanan melalui Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-40 Unibos yang digelar di Gedung Balai Sidang “45”, Selasa, 6 Oktober 2026.

Rektor Unibos, Batara Surya menegaskan, usia 40 tahun merupakan perjalanan panjang penuh dedikasi, kerja keras, dan prestasi.

“Semua pencapaian tentu tidak lepas dari kerja sama yang baik dari seluruh civitas akademika serta dukungan para alumni dan mitra kerja kita,” ujar Batara Surya.

Ketua BPH Yayasan Aksa Mahmud, Asrul Hidayat, menyebutkan, transformasi akan terus menjadi bagian dari perjalanan Bosowa Education ke depan, dalam rangka memajukan SDM, terkhusus bidang pendidikan.

Rapat Senat Dies Natalis ke-40 menghadirkan dua orasi ilmiah yang membawa isu berbeda namun memiliki satu benang merah yakni keberlanjutan kehidupan dan masa depan manusia.

Orasi pertama disampaikan Dekan Fakultas Hukum Universitas Bosowa, Yulia A. Hasan yang mengangkat tema “Perlindungan Lingkungan Wisata Pesisir dari Sampah Plastik.”

Dalam orasinya, isu perlindungan pesisir ditempatkan bukan semata sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai persoalan hukum dan tata kelola yang membutuhkan tindakan nyata.

Salah satu gagasan yang ditekankan adalah bahwa hak atas lingkungan yang sehat membutuhkan pelayanan dan penegakan hukum yang nyata. Pengelolaan kawasan pesisir juga perlu terus dinilai dan diperbaiki agar aktivitas wisata tetap memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.

Tema tersebut menjadi relevan bagi Unibos yang tumbuh di kawasan Indonesia Timur, wilayah yang memiliki kekayaan pesisir dan laut sekaligus menghadapi tantangan pengelolaan lingkungan yang semakin kompleks.

Orasi kedua menghadirkan Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Unibos, Irma Rahayu dengan tema “Menjaga Napas, Menguatkan Indonesia: Transformasi Kesehatan Paru untuk Masa Depan Bangsa.”

Melalui tema tersebut, kesehatan paru ditempatkan sebagai bagian penting dari pembangunan kualitas manusia. Napas bukan hanya persoalan kesehatan individu, tetapi berkaitan dengan produktivitas, kualitas hidup, dan kemampuan masyarakat untuk tumbuh serta berkontribusi bagi bangsa.

Kehadiran dua perspektif tersebut memperlihatkan bagaimana ruang akademik Universitas Bosowa terus berkembang untuk membaca persoalan dari berbagai bidang keilmuan. Lingkungan, hukum, kesehatan, sumber daya manusia, dan pendidikan tidak berdiri sendiri, melainkan saling berhubungan dalam membentuk kualitas kehidupan masyarakat.

Editor: Bali Putra