BI Permudah Warga Kepulauan Wilayah 3T Akses Layanan Penukaran Uang Tidak Layak Edar

140
BI Sulsel hadir di Desa Mattiro Ujung, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Pangkep, mempermudah warga kepulauan wilayah 3T mendapatkan akses penukaran uang tak layak edar, tanpa harus menempuh perjalanan jarak jauh untuk mendapatkan layanan perbankan, Jumat, 25 September lalu, POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, PANGKEP – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) mempermudah warga kepulauan di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) mendapatkan akses penukaran uang tak layak edar, tanpa harus menempuh perjalanan jarak jauh untuk mendapatkan layanan perbankan.

Seperti Jumat, 25 September lalu, BI menyasar warga kepulauan 3T di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) yakni di Desa Mattiro Ujung, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Pangkep.

Tak sendiri, BI Sulsel menggandeng Pemkab Pangkep menghadirkan “EWAKO KAPOPOSANG”, program Edukasi, Wujudkan Bakti Sosial di Kepulauan dan Optimalkan Rupiah di Pulau Kapoposang.

Deputi Kepala Divisi Kantor Perwakilan BI Sulsel, A. Yazid Niam mengatakan, melalui program ini, warga Pulau Kapoposang memperoleh akses layanan penukaran uang tidak layak edar tanpa harus menempuh perjalanan ke wilayah lain untuk mendapatkan layanan perbankan. Pada kesempatan yang sama, warga dan siswa juga mendapatkan edukasi mengenai keaslian uang Rupiah serta penggunaan QRIS

Dikatakan, ”EWAKO KAPOPOSANG” merupakan program yang memadukan tiga kegiatan untuk mendekatkan layanan BI kepada masyarakat kepulauan di wilayah 3T, sebagai wujud clean money policy.

Pertama, layanan kas keliling untuk menarik uang Rupiah yang sudah tidak layak edar sekaligus menyediakan uang Rupiah yang layak bagi masyarakat.

Kedua, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah serta QRIS yang dibawakan oleh dua Duta Muda CBP Rupiah Sulawesi Selatan. Kegiatan edukasi tersebut menjangkau 150 warga serta 93 siswa SDN 12 Kapoposang dan SMP 13 Satap Pandangan. Edukasi juga diberikan kepada 130 warga bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pangkep.

Ketiga, bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat gratis bagi 79 warga, serta pembagian 150 paket sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat termasuk susu sebagai dukungan pemenuhan nutrisi untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak.

”Melalui edukasi tersebut, warga dan siswa tidak hanya belajar mengenali ciri keaslian Rupiah, tetapi juga memahami cara merawat dan memperlakukan uang dengan baik serta ketentuan penggantian uang yang rusak,” katanya.

Tidak hanya itu, Duta Muda CBP Rupiah turut membekali warga dengan metode 5J dalam merawat uang (jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan dibasahi, dan jangan distaples), mengenalkan QRIS sebagai cara bertransaksi yang mudah, serta mengajak warga menggunakan Rupiah secara bijak, berbelanja produk dalam negeri, menabung, hingga berinvestasi.

Kegiatan edukasi diikuti dengan antusias oleh para peserta, yang ditunjukkan melalui kesediaan menjadi agen CBP Rupiah bagi keluarga dan kerabatnya.

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau mengapresiasi inisiatif BI Sulsel yang menunjukkan kepedulian kepada masyarakat di wilayah 3T khususnya kepulauan. Menurutnya, kegiatan ini membantu mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan dapat memicu instansi lain untuk mengunjungi pulau-pulau di Kabupaten Pangkep.

egiatan ini juga dihadiri Kapolres Pangkep, AKBP Aditya Pradana, unsur Forkopimda Kabupaten Pangkep, Camat Liukang Tupabbiring H. Abdul Rahman, Kepala Desa Mattiro Ujung, Hasanuddin, serta tokoh masyarakat Pulau Kapoposang.

Editor: Bali Putra