Dalam Tiga Hari, Fin Expo BIK 2026, Bukukan Transaksi Rp42,95 Miliar

115
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin pada pembukaan Fin Expo BIK 2026, 3 Oktober lalu. POTO: BALI PUTRA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Finansial Expo Bulan Inklusi Keuangan (Fin Expo BIK) 2026, resmi ditutup Minggu, 4 Oktober malam. Dalam tiga hari pelaksanaan, event yang berlangsung di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, 2-4 Oktober 2026, membukukan transaksi hingga Rp42,95 miliar. Jauh melampaui realisasi transaksi event serupa tahun lalu sebesar Rp5,5 miliar.

Capai ini, sejalan dengan harapan yang disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar), Moch. Muchlasin saat pembukaan, Sabtu, 3 Oktober 2026.

“Saya berharap, Fin Expo BIK 2026, transaksinya bisa melebihi realisasi Fin Expo tahun lalu yang ada di angka Rp5,5 miliar,” katanya.

Bukan hanya transaksi, target jumlah pengunjung juga terlampaui. Di mana, Muchlasin menargetkan 25 ribu pengunjung, namun hingga hari terakhir Fin Expo BIK 2026 mampu mendatangkan 26.372 pengunjung.

“Aktivasi atau pembukaan rekening atau akun baru juga tergolong tinggi mencapai 1.689 rekening/akun produk jasa keuangan,” sebutnya.

Capaian tersebut kata Muchlasin, menunjukkan pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan tidak berhenti pada kegiatan edukasi dan kampanye, tetapi diarahkan untuk menghasilkan akses dan pemanfaatan produk serta layanan jasa keuangan secara nyata, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia menambahkan, event ini telah menjadi salah satu momentum strategis yangs secara langsung mempertemukan masyarakat dengan Industri Jasa Keuangan. Sekaligus mendorong peningkatan akses, pemahaman, dan pemanfaatan produk serta layanan jasa keuangan secara aman, mudah, terjangkau, serta sesuai kebutuhan masyarakat.

Fin Expo BIK 2026 bukan sekadar ajang pameran produk dan layanan jasa keuangan, tetapi menjadi ruang kolaborasi untuk mendekatkan industri jasa keuangan dengan masyarakat.

“Kami ingin memastikan, masyarakat tidak hanya mengenal produk dan layanan keuangan, juga mampu memilih dan memanfaatkannya secara tepat, aman, dan produktif sesuai kebutuhan,” ujar Muchlasin.

Diakui, penguatan inklusi keuangan memerlukan sinergi dan kolaborasi seluruh ekosistem, khususnya OJK, Pemerintah Daerah, Industri Jasa Keuangan, pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat, guna memperluas akses serta pemanfaatan layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

Wagub Sulsel, Fatmawati Rusdi pada pembukaan Fin Expo BIK 2026, 3 Oktober lalu. POTO: BALI PUTRA

Pada pembukaan 3 Oktober lalu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengapresiasi sinergi OJK Sulselbar, FKIJK Sulselbar, dan Industri Jasa Keuangan dalam menyelenggarakan kegiatan yang berlangsung di Atrium Trans Mall Makassar dengan tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera.”mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat.

Fatmawati mengatakan, Pemprov Sulsel menyambut baik Fin Expo BIK 2026 sebagai upaya bersama memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Kolaborasi antara pemerintah, OJK, dan Industri Jasa Keuangan menjadi penting agar inklusi keuangan dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

“Peningkatan inklusi keuangan harus beriringan dengan peningkatan literasi keuangan. Masyarakat harus dibekali pemahaman memadai agar mampu menggunakan produk dan layanan keuangan secara bijak serta terhindar dari berbagai risiko keuangan,” katanya.

Dalam tiga hari pelaksanaan, Fin Expo BIK 2026 menghadirkan menghadirkan 28 booth industri jasa keuangan, termasuk Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Lembaga Penjamian Simpanan.

Masyarakat dapat memperoleh informasi langsung mengenai berbagai produk dan layanan jasa keuangan, mulai dari perbankan, industri keuangan nonbank, pasar modal, layanan keuangan digital, pembiayaan, hingga berbagai produk yang mendukung kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.

Selain pameran, Fin Expo BIK 2026 juga dirangkaikan dengan berbagai aktivitas edukatif dan interaktif yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan, serta pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai risiko dan aktivitas keuangan ilegal.

Editor: Bali Putra