“ISFO 2026”, Upaya OJK Dorong Generasi Muda jadi Penggerak Ekonomi dan Keuangan Syariah

85
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Indonesia Sharia Forum Olympiad (ISFO) 2026, sebagai salah satu upaya  memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia dengan mendorong generasi muda menjadi penggeraknya.

Generasi muda diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran terhadap prinsip, produk, dan layanan keuangan syariah. Di mana, ISFO 2026, merupakan wadah pembelajaran, kompetisi, dan pengembangan kapasitas generasi muda di bidang keuangan syariah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky  Kartikoyono, menyebutkan, melalui lomba cerdas cermat keuangan syariah, peserta mengasah pengetahuan dan pemahaman.

“Melalui kompetisi Wirausaha Muda Syariah, pemahaman tersebut diterapkan menjadi gagasan, inovasi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Dicky saat puncak ISFO 2026 di Aula Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

Dicky menjelaskan, ISFO 2026 diikuti 11.952 peserta yang tergabung dalam 4.030 tim dari seluruh Indonesia. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cerminan besarnya antusiasme generasi muda untuk belajar, mengasah kemampuan, dan berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan syariah di Indonesia,” tambahnya.

Nilai terbesar dari kompetisi ini bukanlah semata menjadi juara, melainkan proses belajar yang telah dilalui. Terpenting adalah lahirnya generasi muda yang CAKAP atau memahami keuangan, BIJAK atau mampu memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan, PRODUKTIF atau mampu menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi; serta TERLINDUNGI, yaitu memahami hak dan risiko, mampu bertransaksi secara aman, melindungi data pribadi, dan mengenali berbagai bentuk penipuan dalam ekosistem keuangan digital.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti menyampaikan, bahwa Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar berupa generasi muda muslim yang berpendidikan, kreatif, serta produktif.

“Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar berupa kelompok generasi muda Muslim yang berpendidikan, kreatif, produktif, dermawan, serta memiliki idealisme yang kuat. Potensi inilah yang akan menjadi penggerak utama perkembangan ekonomi syariah Indonesia di masa depan,” kata Abdul Mu’ti.

Menurutnya, ekonomi syariah bukanlah tentang akumulasi kekayaan pada segelintir orang, melainkan tentang distribusi manfaat ekonomi yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun, terdapat salah satu tantangan besar yang dihadapi ke depan yaitu memperluas inklusi ekonomi syariah kepada seluruh lapisan masyarakat.

Ia mengajak generasi muda untuk terus belajar, berkreasi, serta mengembangkan diri. Ia juga berharap generasi muda agar mampu mengelola keuangan dengan bijak, membangun usaha yang produktif, dan menjadi generasi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi bangsa dan negara.

Sementara itu, Menteri Koperasi Republik Indonesia selaku Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono mengatakan, koperasi menjadi alternatif badan usaha yang sangat relevan bagi generasi muda, dan meyakini bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah harus diikuti dengan penguatan akses pembiayaan serta penyediaan wadah ekonomi yang memadai.

“Koperasi dapat menjadi salah satu alternatif badan usaha yang sangat relevan bagi generasi muda. Koperasi tidak hanya menjadi sarana berkumpul dan bekerja sama, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,” ujar Ferry.

Ferry mendorong generasi muda untuk lebih kreatif, tidak hanya menjadi pengguna teknologi dan layanan yang ada, tetapi mampu menjadi generasi yang mampu menciptakan produk, membangun usaha, dan menghasilkan inovasi yang bernilai tambah.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Peluncuran Bahan Ajar Literasi Keuangan

Sebagai rangkaian kegiatan Puncak ISFO 2026, juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara OJK dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta peluncuran Bahan Ajar Literasi Finansial Fase E dan Fase F.

Nota Kesepahaman ini diharapkan menjadi landasan untuk semakin memperkuat koordinasi dan sinkronisasi kebijakan maupun program, khususnya dalam pengembangan pendidikan dan literasi keuangan, termasuk keuangan syariah, di lingkungan satuan pendidikan.

Lebih lanjut, OJK telah menyusun Bahan Ajar Literasi Finansial Fase E dan F bersama dengan pemangku kepentingan terkait sebagai upaya mendukung Panduan Pendidikan Literasi Finansial yang diterbitkan oleh Kemendikdasmen pada tahun 2024 (d.h. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi).

Bahan ajar ini mengintegrasikan kompetensi literasi finansial ke dalam pendidikan formal melalui pembelajaran intrakurikuler (Matematika dan Ekonomi) dan kegiatan kokurikuler, serta telah dikurasi dan tersedia di platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen. Diharapkan bahan ajar ini membantu tenaga pendidik menyampaikan materi literasi keuangan yang relevan dan aplikatif sehingga menjadi bekal pelajar dalam mengambil keputusan keuangan saat ini dan di masa depan.

ISFO 2026 Wadah Edukasi dan Kompetisi Keuangan Syariah Generasi Muda

ISFO 2026 menjadi wadah edukasi dan kompetisi yang mendorong generasi muda untuk meningkatkan pemahaman mengenai keuangan syariah, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta membangun inovasi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, Grand Final ISFO 2026 menghadirkan peserta terbaik dari seluruh Indonesia, yang terdiri atas 4 tim Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS) kategori pelajar, 4 tim CCKS kategori mahasiswa, serta 3 tim WMS kategori mahasiswa.

Adapun peserta Grand Final Kompetisi CCKS

Kategori Pelajar

Peringkat      Nama Peserta                               Asal Sekolah

Juara 1         Keanu Alief Montoya                     MAN Insan Cendekia Kota Batam (Tim 1)

Ahmad Akif Al Zahrawi

  1. Razan Aqil Muflih

Juara 2         Fawwaz Chandra                           MAN Insan Cendekia Serpong

Muhammad Muntaha Hadafi

Shofi Khairunnisa

Juara 3         Abisatya Nararya                           MAN 2 Kota Malang

Essenza Qurani Permata Qolbi

Wanda Revamoza Abrilliant

Juara 4         M. Safa Farras                              MAN Insan Cendekia Batam (Tim 2)

Muhammad Tammam Elhikam S.

Muhammad Widi Alviano Putra

Kategori Mahasiswa

Peringkat      Nama Peserta                                Asal Perguruan Tinggi

Juara 1         Aida Aulia Rahmah                       Universitas Brawijaya Malang

Iskazkro Rohmat Chaska

Dea Alifiah Ihsani

Juara 2         Adriel Dwi Nugroho                       Politeknik Keuangan Negara STAN (Tim 1)

Muhammad Wahab Hasbullah

Annisa Fitriwadhani

Juara 3         Rezeky Farma Natanael N.            Politeknik Keuangan Negara STAN (Tim 2)

Muhammad Andrian

Leon Adhyaksa Awindra

Juara 4         Pranajaya Muhammad Setiady           Universitas Padjajaran Sumedang

Nuriel Ajrina Izati

Almaitsaa Majdina Putri

Kompetisi Wirausaha Muda Syariah (WMS)

Peringkat      Nama Peserta                                Asal Perguruan Tinggi       Nama Usaha

Juara 1         Athar Ibrahim Toyib                     IPB University                    Sortine

Zahra Nurul Rizkiyah

Juara 2         Siti Syahlah Septiyani                  Universitas Widyatama      FitDaYs

Naila Fidriatul Ilham

Dina Widyastuti

Juara 3         Azid Ramadhan                             Universitas Syiah Kuala    ELPIS

Bintang Najwa Manurung

  1. Ariel Zulya Ramadhan

 

Melalui penyelenggaraan ISFO 2026, OJK berharap para peserta dapat menjadi Duta Literasi Keuangan Syariah yang mampu menyebarkan pemahaman positif mengenai ekonomi dan keuangan syariah kepada lingkungan sekitarnya.