BISNISSULAWESI.COM, JAKARTA – Sulawesi Selatan meraih sejumlah capaian positif dalam TPID Award dan TP2DD Championship 2026. Capaian positif tersebut diraih berkat sinergi kebijakan, inovasi, dan penguatan talenta digital untuk mengoptimalkan transformasi ekonomi dan keuangan digital (EKD) sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel), Rizki Ernadi Wimanda menyebutkan, penghargaan yang diraih Sulawesi Selatan diantaranya melalui Kabupaten Bone yang berhasil meraih peringkat pertama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik Wilayah Sulawesi.
Kemudian Kota Makassar yang sukses terpilih sebagai Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Terbaik 2026 Wilayah Sulawesi. Termasuk Andi Muhammad dari Kabupaten Barru yang berhasil meraih kategori Best Knowledge Sharing dalam Katalis P2DD X DIGDAYA Wilayah Sulawesi.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) di Jakarta International Convention Center (JICC), 24–26 September 2026.
”Capaian Kabupaten Bone menunjukkan pentingnya sinergi dan inovasi dalam pengendalian inflasi,” ujar Rizki.
Kinerja tersebut didukung penerapan strategi 4K, yaitu Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif, serta tata kelola TPID yang baik dan implementasi program SONGKO’ BONE. Program yang mengintegrasikan peningkatan produksi, kelancaran distribusi, Gerakan Pangan Murah, Mini Distribution Centre, dan kerja sama antardaerah.
Hasilnya, inflasi Watampone pada 2025 tercatat 2,81 persen secara tahunan (year on year, yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi Sulawesi Selatan sebesar 2,84 persen dan nasional 2,92 persen.
Di sisi digitalisasi daerah, capaian Kota Makassar sebagai TP2DD Kota Terbaik 2026 Wilayah Sulawesi mencerminkan upaya memperkuat efisiensi tata kelola, konektivitas antarpelaku ekonomi, dan pengambilan kebijakan berbasis data.
”BI Sulsel terus memberikan dukungan kepada Pemerintah Daerah baik melalui High Level Meeting atau HLM TP2DD maupun asistensi, yang dilaksanakan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah dan stakeholders terkait,” sebut Rizki.
Sinergi ini diarahkan untuk mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, sekaligus memperkuat efisiensi tata kelola, konektivitas antarpelaku ekonomi, dan pengambilan kebijakan berbasis data.
Menurut Rizki, dalam pengendalian inflasi, BI Sulsel juga terus memperkuat dukungan melalui fungsi advisory dan sinergi bersama Pemerintah Daerah serta stakeholders terkait. Kolaborasi tersebut diwujudkan antara lain melalui HLM TPID, fasilitasi studi tiru ke Nusa Tenggara Barat bersama 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, dukungan terhadap operasional Mini Distribution Centre, serta penyelenggaraan workshop, evaluasi, dan asistensi penyusunan laporan TPID bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Ke depan, BI Sulsel akan terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga serta mempercepat digitalisasi daerah. Penguatan sinergi, inovasi, dan tata kelola tersebut diharapkan semakin memperluas manfaat transformasi ekonomi dan keuangan digital serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang berkelanjutan.
Sementara itu, FEKDI dan IFSE 2026 yang mengusung tema “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional” dibuka resmi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, 24 September 2026.
Dihadiri Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Ketua Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu, dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.
Penyelenggaraan FEKDI x IFSE 2026 disinergikan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi (PI) dan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD), yang disertai penganugerahan TPID Award dan Championship TP2DD sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan efisiensi tata kelola daerah.
Sinergi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat keterhubungan antara stabilitas ekonomi, inovasi, dan transformasi digital di daerah.
Editor: Bali Putra










