Dinas Kebudayaan Makassar Bakal Revitalisasi Museum Kota Makassar

83
Tampak depan Musuem Kota Makassar. POTO: DOK. BISNISSULAWESI.COM

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Dinas Kebudayaan Kota Makassar bakal melakukan revitalisasi terhadap Museum Kota Makassar. Bakal ada sedikit pembenahan pada gedung tua yang telah puluhan tahun berdiri menjadi saksi perjalanan kota dan menyimpan berbagai jejak sejarah Makassar, atas dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware membenarkan bahwa revitalisasi dijadwalkan berlangsung tahun ini.

“Revitalisasi menjadi langkah penting untuk merawat bangunan, memperkuat fungsi museum, sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Andi Patiware.

Ia menjelaskan, pembenahan mencakup atap, plafon, dan talang bangunan, dengan tetap menjaga karakter dan warna historisnya. Ruang pamer juga akan kembali ditata agar perjalanan sejarah Makassar, dari masa Kerajaan Gowa-Tallo, Perang Makassar, era kemerdekaan hingga Makassar hari ini, dapat dinikmati dengan lebih nyaman.

“Vitrin dan panel baru juga akan disiapkan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi koleksi sekaligus menghadirkan informasi yang lebih mudah dipahami pengunjung,” sebutnya.

Andi Patiware mengapresiasi dukungan dan perhatian Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia terhadap revitalisasi Museum Kota Makassar. Dukungan ini diakui sangat penting dalam upaya bersama menjaga warisan sejarah dan budaya, agar Museum Kota Makassar tetap menjadi ruang pembelajaran, edukasi, dan sumber pengetahuan bagi generasi hari ini maupun yang akan datang.

“Museum bukan sekadar gedung dan koleksi. Museum adalah tempat kita merawat ingatan tentang kota,” tambahnya.

Sementara itu, kunjungan ke Museum Kota Makassar terus mengalami peningkatan. Bukan sekadar ruang koleksi sejarah, Museum Kota Makassar terus berkembang menjadi pusat kreativitas dan inklusivitas, tempat pameran seni dan budaya, pemotretan, talkshow, workshop, hingga ruang berkumpul komunitas.

Semua itu, selaras dengan pilar inklusivitas dalam visi dan misi, menjadikan museum sebagai ruang edukasi inklusif, dan juga destinasi wisata.

Andi patiware mengajak masyarakat menyempatkan diri untuk mengunjungi Museum Kota Makassar. Di mana, masyarakat dapat menikmati sejarah, mengeksplorasi kreativitas, dan menjadikan budaya bagian dari hidup.

Sejak dibuka kembali Mei 2024 (pasca revitalisasi), Museum Kota Makassar terus menarik perhatian masyarakat. Capaian pengunjung di 2024, sebanyak 59.303 orang.

Kemudian di 2025 (hingga 1 September, red), pengunjung sudah mencapai 32.578 orang. Angka yang membuktikan bahwa Museum Kota Makassar semakin diminati.

Dalam sepekan, pengunjung Museum Kota Makassar rata-rata mapai 1.349 rang

“Kunjungan meningkat setiap triwulan didominasi pelajar dan mahasiswa, masyarakat umum, peneliti, juga wisatawan asing,” katanya.

Bali Putra