LPS Luncurkan “Pelajar Sulsel Menabung”, Dorong 1.000 Pelajar Bangun Kebiasaan Menabung

74
Peluncuran Program “Pelajar Sulsel Menabung” untuk mendorong 1.000 pelajar membangun kebiasaan menabung sejak dini, kamis, 24 September 2026. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Menabung bukan sekadar menyisihkan uang, tetapi membangun kebiasaan dan disiplin dalam mengelola keuangan sejak dini. Kaitan dengan itu, Kantor Perwakilan lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah III – Sulawesi, Maluku, dan Papua meluncurkan program “Pelajar Sulsel Menabung”.

Peluncuran program yang menyasar 1.000 pelajar SMA sederajat di tiga kabupaten kota yakni Makassar, Maros, dan Gowa, dilakukan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman pada kegiatan Kick Off dan Training of Trainers (ToT) Program Pelajar Sulsel Menabung di Hotel Claro Makassar, Kamis (24 September 2026.

“Menabung sejak sekolah menjadi salah satu investasi karakter bagi generasi muda. Pemprov Sulsel mengapresiasi inisiatif LPS mendorong pelajar membangun kebiasaan menabung sejak dini,” kata Jufri.

POTO: ISTIMEWA

Ia berharap program ini berkelanjutan dan bermanfaat bagi generasi muda di Sulsel.

Kepala Kantor Perwakilan LPS III, Fuad Zaen mengatakan, Pelajar Sulsel Menabung merupakan program yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia dan dimulai dari tiga wilayah di Sulawesi Selatan.

“Harapannya, edukasi keuangan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut secara konsisten melalui peran pembina dan satuan pendidikan masing-masing. Juga berlanjut ke daerah lain di Sulawesi Selatan maupun Indonesia,” ucap Fuad pada kegiatan yang dihadiri 100 guru pembina.

Pada kesempatan itu, hadir pula Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Perizinan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Arif Machfoed. Ia mengaku mendukung program Pelajar Sulsel Menabung sebagai upaya memperkuat literasi keuangan generasi muda.

Terlebih lagi, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan akses layanan keuangan semakin luas, namun perlu terus diiringi peningkatan pemahaman dan kemampuan mengelola keuangan.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Bayu Martanto mengatakan, program Pelajar Sulsel Menabung juga diintegrasikan dengan program resirkulasi logam untuk mendorong kembalinya uang logam ke dalam peredaran. Integrasi ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi pelajar mengenai pentingnya menggunakan dan merawat Rupiah.

“Pelajar Sulsel Menabung” dirancang sebagai rangkaian edukasi sekaligus praktik literasi dan inklusi keuangan yang mendorong pelajar membangun kebiasaan menabung secara konsisten.

Selama delapan minggu, partisipasi, konsistensi, dan kualitas keterlibatan pelajar akan dipantau secara berkala. Program juga dilengkapi dengan kegiatan monitoring dan evaluasi serta sosialisasi langsung di tengah periode pelaksanaan.

Rangkaian kegiatan kemudian akan ditutup dengan awarding sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kontribusi para peserta, pembina, serta sekolah.

 

Untuk memastikan edukasi terus berlanjut pasca kick-off, LPS menyelenggarakan ToT bagi para guru pembina. Peran pembina sebagai multiplier edukasi, terus diperkuat

Kolaborasi LPS, satuan pendidikan, pembina pelajar, serta para pemangku kepentingan diharapkan dapat mendorong terbentuknya generasi muda Sulawesi Selatan yang tidak hanya memiliki kebiasaan menabung, tetapi juga semakin cerdas, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.

Editor: Bali Putra