Unhas dan Telkomsel Perkuat Ekosistem Digital dan Akses Magang Mahasiswa

81
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembelajaran digital serta kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan program studi independen bagi mahasiswa Unhas, yang dirangkaikan dengan Career Talk.

Kolaborasi mencakup dukungan konektivitas melalui paket kuota khusus untuk mengakses aplikasi pembelajaran kampus serta program virtual internship atau VirtuShip. Program ini memberi kesempatan kepada mahasiswa Unhas memperoleh pengalaman kerja di Telkomsel secara daring.

Direktur Kemahasiswaan Unhas, Suhasman, mengapresiasi kerja sama tersebut. Menurutnya, Telkomsel menjadi salah satu perusahaan tujuan karier bagi banyak lulusan perguruan tinggi, sehingga kolaborasi ini membuka akses mahasiswa untuk memahami dunia kerja dan perkembangan industri digital.

“Tren kerja remote saat ini dan ke depan akan semakin berkembang, terutama dipelopori perusahaan digital. Karena itu, kita perlu beradaptasi dan mempelajarinya,” katanya.

General Manager Health Care and Education Account Management Telkomsel, S. Handoyo Hadi mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem digital pendidikan. Dukungan Telkomsel tidak hanya berfokus pada konektivitas, tetapi juga pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa, termasuk rencana pengembangan konten pembelajaran AI serta layanan konsultasi kesehatan dan kesehatan mental.

“Kami berkomitmen memberikan layanan maksimal, memastikan konektivitas, dan membantu proses belajar mengajar. Ke depan, kami juga membangun konten pembelajaran AI. AI sekarang bukan lagi sesuatu yang optional, tetapi sudah menjadi mandatory,” jelas Handoyo.

Melalui VirtuShip, mahasiswa memperoleh materi magang yang diverifikasi ahli, pengalaman mengerjakan real use case dan proyek Telkomsel, serta akses ke talent pool. Program ini juga dapat dikonversi ke Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK) dengan bobot lebih dari tiga SKS sesuai ketentuan.

Career Talk menghadirkan Vice President People Development and Management Telkomsel Dudun Abdul Falah Sidiq, Prof. Suhasman, serta Andi Alya Inar Putri, mahasiswa Unhas peraih predikat Best Hustler IndonesiaNEXT 2026 Telkomsel dari sekitar 8.000 peserta.

Dudun menekankan bahwa perkembangan AI mengubah kebutuhan profesi dan mendorong lahirnya peran yang semakin spesifik, seperti AI engineer dan AI platform. Prof. Suhasman menambahkan bahwa Unhas tengah mempersiapkan lembaga yang berfokus pada AI.

Andi Alya Inar Putri menegaskan bahwa dunia kerja membutuhkan lebih dari IPK. “Dunia kerja tidak hanya bisa mengandalkan IPK. Yang dibutuhkan juga adalah kemampuan menyelesaikan masalah secara nyata di lapangan dan critical thinking,” ujarnya.

 

Kerja sama ini memperkuat upaya Unhas dan Telkomsel dalam memperluas akses pembelajaran digital, pengalaman industri, dan pengembangan kompetensi mahasiswa di tengah perkembangan teknologi.

Editor: Bali Putra