Kemarau Panjang, PDAM Makassar Kerahkan Tangki dan Pickup Salurkan Air ke Lorong Warga

84
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Kemarau panjang, mengharuskan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Makassar siaga untuk membantu masyarakat yang mengalami krisis air bersih. Distribusi dilakukan dengan mengerahkan armada mobil tangki dan pickup dilengkapi tandon. Armada tersebut menyisir jalan-jalan sempit dan lorong permukiman hingga malam hari.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk respons PDAM terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan pasokan air selama musim kemarau.

“Kami memberikan bantuan air bersih gratis bagi pelanggan maupun nonpelanggan yang mengalami krisis air,” kata Andi Syahrum, Selasa, 22 September 2026.

Distribusi air bersih telah menjangkau sembilan kecamatan, Ujung Tanah, Tallo, Bontoala, Wajo, Tamalanrea, Biringkanayya, sebagian Panakkukang, sebagian Manggala, dan sebagian Kecamatan Makassar.

Dalam pelaksanaan distribusi, PDAM mencatat telah menerbitkan 1.110 Surat Perintah Kerja (SPK) distribusi/proyek air dengan total volume air disalurkan 4.560.000 liter.

Distribusi juga dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI dan Polri. Untuk penanganan kekeringan, PDAM turut memberikan dukungan melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Ia juga mengakui kondisi jaringan perpipaan PDAM saat ini menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kualitas dan kontinuitas pelayanan. Sebagian jaringan telah berkembang secara kompleks dan tidak seluruhnya mudah dipetakan.

Selain itu, terdapat sejumlah jaringan pipa yang berada cukup dalam sehingga membutuhkan koordinasi dan perizinan sebelum dilakukan pekerjaan.

Ia mencontohkan jaringan di kawasan Jl. Urip Sumoharjo dan Jl. Perintis Kemerdekaan yang berada sekitar dua meter di bawah permukaan.

Kondisi tersebut membuat proses penanganan membutuhkan izin dari pihak terkait, termasuk adanya persyaratan jaminan.

Namun, Andi Syahrum menyebut PDAM masih menghadapi kendala administrasi karena belum memiliki nomenklatur anggaran untuk pembayaran jaminan tersebut.

Meski menghadapi sejumlah tantangan teknis dan administrasi, PDAM Makassar memastikan distribusi air bersih terus dilakukan sebagai langkah tanggap terhadap kebutuhan masyarakat selama musim kemarau panjang.

“Kami PDAM juga terus berkoordinasi dengan pimpinan Pemerintah Kota, BPBD, TNI, Polri serta unsur RT/RW agar bantuan air dapat diarahkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan,” tukasnya.

Langkah Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar mengerahkan armada berukuran kecil yang dilengkapi tandon air untuk menjangkau lorong-lorong permukiman mendapat perhatian dari pemerhati publik.

Pemerhati publik, Dr. Nurmal Idrus, menilai langkah tersebut menjadi inovasi layanan yang relevan di tengah musim kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi sebagian masyarakat.

Menurut Nurmal, pendekatan tersebut menunjukkan perubahan cara pandang dalam pelayanan publik. Bukan hanya menunggu masyarakat mendatangi titik distribusi, tetapi menghadirkan layanan lebih dekat dengan warga.

“Logikanya sederhana, kalau warga sulit mendatangi air, maka air yang harus mendatangi warga,” kata Nurmal.

Ia mengatakan, kondisi Kota Makassar tidak hanya ditentukan oleh kawasan jalan protokol, gedung tinggi, maupun pusat bisnis.

Di balik itu, terdapat lorong-lorong sempit yang menjadi ruang hidup masyarakat sekaligus menghadapi persoalan pelayanan dasar, termasuk kebutuhan air bersih.

Editor: Bali Putra