Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan Sulbagsel, PLN Perkuat Koordinasi dengan Pemprov Sulsel

67
Audiensi PLN bersama Pemprov Sulsel di Rujab Gubernur Sulsel, memperkuat sinergi untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan Sulbagsel. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – PT PLN (Persero) memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menghadapi dinamika Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari langkah PLN untuk mempercepat pemulihan kondisi sistem sekaligus memastikan upaya penanganan kelistrikan berjalan secara terkoordinasi.

Koordinasi tersebut dilakukan melalui pertemuan PLN bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, 10 September 2026. Pertemuan diikuti jajaran PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, dan Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi, dengan pembahasan meliputi kondisi sistem kelistrikan, perkembangan pasokan, serta langkah-langkah yang dilakukan untuk mempercepat pemulihan.

Jajaran PT PLN (Persero) UID Sulselrabar, UIP Sulawesi, UIP3B Sulawesi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat sinergi dalam mendukung percepatan pemulihan dan keandalan sistem kelistrikan Sulbagsel. POTO: ISTIMEWA

Dalam pertemuan tersebut, PLN menyampaikan kondisi Sistem Sulbagsel masih menghadapi tantangan pada sisi pasokan, terutama akibat berkurangnya kemampuan produksi sejumlah pembangkit hidro. Kondisi hidrologi yang dipengaruhi fenomena El Nino turut berdampak pada produksi beberapa pembangkit seperti PLTA Poso, Bakaru, dan Malea, serta sejumlah PLTM.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan kondisi tersebut membutuhkan penanganan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak.

“Kondisi sistem saat ini membutuhkan upaya bersama dan koordinasi yang kuat. PLN terus melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan daya mampu pasok, mempercepat pemulihan pembangkit, sekaligus memastikan sistem tetap terjaga,” ujar Edyansyah.

Berkurangnya produksi pembangkit hidro turut memberikan tekanan terhadap kemampuan pasok Sistem Sulbagsel. Daya mampu pembangkit hidro yang sebelumnya berada di kisaran 850 MW kini berada di sekitar 250 MW, sehingga terdapat penurunan sekitar 600 MW.

Di tengah kondisi tersebut, PLN terus mengawal sejumlah pekerjaan pemulihan pembangkit. PLTU Jeneponto menjadi salah satu pembangkit yang proses pemulihannya terus didorong untuk kembali memberikan kontribusi terhadap sistem. Di saat yang sama, pembangkit lain yang masih tersedia terus dioptimalkan untuk memperkuat pasokan.

“Kami tidak hanya fokus pada satu langkah. Berbagai upaya kami jalankan secara paralel, mulai dari pemulihan pembangkit, optimalisasi pembangkit yang tersedia, hingga mendorong tambahan pasokan. Kami terus melihat setiap peluang untuk menambah daya mampu sistem,” jelas Edyansyah.

Dari sisi mitigasi, PLN juga terus membangun sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait, termasuk dalam upaya menghadapi kondisi hidrologi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendukung pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang berpengaruh terhadap ketersediaan air bagi pembangkit hidro.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan PLN dalam memahami kondisi sistem dan mendukung upaya pemulihan.

“Saya bersama teman-teman dari PLN Regional Sulawesi hari ini berdiskusi dan melakukan evaluasi terkait kondisi kelistrikan serta pengaturan beban yang masih terjadi di beberapa wilayah,” ujar Gubernur Sulawesi Selatan dalam pertemuan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pada saat pertemuan berlangsung, kondisi di wilayah Makassar telah menunjukkan perbaikan, sementara sejumlah wilayah lainnya masih menghadapi pengaturan beban karena kemampuan pasok sistem belum sepenuhnya kembali optimal.

“Untuk wilayah Makassar, kondisi sistem saat ini sudah semakin membaik sehingga pengaturan beban dapat diminimalkan. Namun, di beberapa wilayah lainnya masih terdapat pengaturan beban karena daya mampu pasok sistem belum sepenuhnya kembali optimal,” lanjutnya.

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk memahami kondisi yang tengah dihadapi serta memberikan dukungan terhadap proses pemulihan yang dilakukan PLN.

“Kami memahami kondisi ini berdampak pada aktivitas masyarakat. Karena itu, kami memohon kesabaran dan pengertian masyarakat. PLN terus melakukan berbagai upaya percepatan untuk mengoptimalkan pasokan dan memulihkan kondisi sistem kelistrikan secepatnya,” ujarnya.

PLN memastikan kondisi Sistem Sulbagsel terus dipantau secara real time. Pengoperasian pembangkit dan sistem penyaluran disesuaikan dengan perkembangan daya mampu pasok serta kebutuhan beban, sehingga langkah yang diambil dapat mengikuti kondisi teknis terkini.

Edyansyah menambahkan, penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

“Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan dan koordinasi yang terus diberikan pemerintah daerah serta seluruh stakeholder. PLN akan terus bekerja dan mengevaluasi kondisi sistem secara berkala. Target kami adalah mempercepat pemulihan sehingga pasokan listrik dapat kembali semakin kuat dan sistem beroperasi secara optimal,” pungkasnya.

*/Editor: Bali Putra