Wealth Wisdom 2026 Makassar: Permata Bank Dorong Nasabah Melihat Perubahan Ekonomi sebagai Peluang Bertumbuh  

82
Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank. Eddie Sajoga saat menyampaikan sambutan pada Permata Bank Wealth Wisdom di Kota Makassar, Kamis., 10 September 2026. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Setelah Semarang, Permata Bank melanjutkan rangkaian Wealth Wisdom 2026 di Makassar, 10 September 2026. Mengusung tema “Finding Balance, Building Resilience” dengan semangat Growing Together Through Changes, Wealth Wisdom 2026 menghadirkan perspektif ekonomi dan investasi bagi nasabah untuk memperkuat ketangguhan finansial sekaligus melihat perubahan ekonomi sebagai peluang untuk mengambil keputusan pengelolaan kekayaan yang lebih adaptif.

Pemilihan kota Makassar dalam rangkaian Wealth Wisdom 2026, melihat potensi ekonomi Sulawesi Selatan yang terus berkembang. Data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Sulawesi Selatan triwulan II-2026 tumbuh 5,59 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi yang tetap terjaga sekaligus membuka berbagai peluang yang perlu direspons dengan strategi pengelolaan keuangan dan kekayaan yang semakin adaptif di tengah dinamika ekonomi.

Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank, Eddie Sajoga mengatakan, Makassar merupakan salah satu pusat ekonomi penting di Indonesia Timur, dengan peran strategis dalam perdagangan, jasa, kesehatan, dan keuangan.

“Sejalan dengan pertumbuhan ekonominya, kami melihat potensi Makassar sebagai salah satu pasar wealth management yang terus berkembang,” kata Eddie.

Ia percaya, pengelolaan kekayaan perlu dilihat dari berbagai perspektif, mulai dari individu, keluarga, hingga bisnis, untuk meningkatkan kualitas hidup, memberikan perlindungan finansial, serta menjaga keberlanjutan bisnis lintas generasi.

Pemikiran inilah yang mendasari Wealth Wisdom ke-12, yaitu membantu masyarakat tidak hanya menghadapi ketidakpastian ekonomi, juga terus bertumbuh dan menemukan keseimbangan secara finansial maupun non-finansial.

Perubahan Ekonomi Peluang Bertumbuh

Pemaparan oleh Steven Satya Yudha, Direktur PT Ashmore Asset Management Indonesia dalam Permata Bank Wealth Wisdom di Kota Makassar. POTO: ISTIMEWA

Market Outlook  yang diselenggarakan dalam Wealth Wisdom 2026     di Makassar mengangkat tema “Turning Economic Shifts into Opportunities”. Nasabah Permata Bank yang hadir memperoleh perspektif mengenai perubahan ekonomi dan peluang investasi dari      Direktur PT Ashmore Asset Management Indonesia, Steven Satya Yudhaserta, dan   Investor Saham, Lo Kheng Hong.

Steven Satya Yudha menyoroti perubahan signifikan dalam dinamika ekonomi global dan pasar modal 2026, serta pentingnya melihat perubahan tersebut dari perspektif peluang.

Menurutnya, di tengah berbagai tema global seperti ketahanan energi, mineral kritis, perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), konsentrasi aset, dan dinamika suku bunga, Indonesia tetap memiliki posisi strategis yang dapat menghadirkan peluang bagi investor.

“Di tengah perubahan ekonomi global dan dinamika pasar yang begitu cepat, penting bagi investor untuk tidak hanya melihat apa yang sedang terjadi, tetapi juga memahami peluang yang muncul di balik perubahan tersebut,” katanya.

Menurut Steven, Indonesia memiliki sejumlah kekuatan dan posisi strategis yang dapat menjadi bagian dari peluang tersebut, sehingga perlu melihat pasar secara lebih menyeluruh dan tetap adaptif dalam mengambil keputusan investasi.

Pemaparan oleh Lo Kheng Hong, Investor Saham dalam Permata Bank Wealth Wisdom di Kota Makassar. POTO: ISTIMEWA

Sementara itu, Lo Kheng Hong berbagi perspektif mengenai pentingnya kesiapan dalam memanfaatkan peluang investasi, khususnya ketika terjadi perubahan atau koreksi di pasar.

Menurutnya, pemahaman terhadap fundamental perusahaan dan kesiapan dalam mengelola dana menjadi bagian penting dalam mengambil keputusan investasi secara lebih terukur.

“Dalam berinvestasi, kita perlu memahami apa yang kita beli dan melihat kualitas bisnis serta kemampuan perusahaan untuk terus bertumbuh. Pada dasarnya risiko datang dari ketidaktahuan kita, sehingga semakin baik memahami investasi yang kita pilih, semakin siap kita dalam menghadapi perubahan dan memanfaatkan peluang yang muncul,” ujar Lo Kheng Hong.

Kedua perspektif tersebut memperkuat pesan Wealth Wisdom 2026, bahwa memahami perubahan, memperkuat kesiapan, dan mengambil keputusan secara terukur merupakan bagian penting dalam membangun ketangguhan finansial     .

Memasuki tahun penyelenggaraan ke-12, Wealth Wisdom tetap mengedepankan komitmennya menjadi platform literasi dan edukasi berkelanjutan Permata Bank yang dirancang untuk mendampingi nasabah dalam mengelola kekayaan secara lebih holistik.

Kebutuhan pengelolaan kekayaan terus berkembang seiring perjalanan hidup nasabah, mulai dari pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga, perkembangan bisnis dan sumber kekayaan, hingga perencanaan legacy bagi generasi berikutnya.

Melalui Wealth Wisdom, Permata Bank menghadirkan perspektif pengelolaan kekayaan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan aset, tetapi juga pada bagaimana kekayaan dapat dikelola secara bijak agar terus memberikan nilai bagi kehidupan, keluarga, lingkung an, dan generasi mendatang.

Wealth Wisdom mengangkat enam pilar utama dalam pengelolaan kekayaan secara holistik, yaitu Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments   . Pendekatan ini mencerminkan keyakinan bahwa kekayaan yang bermakna tidak hanya diukur dari apa yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan untuk menjaga keseimbangan, membangun ketangguhan dalam menghadapi perubahan, serta memberikan manfaat dalam berbagai aspek kehidupan.

Setelah Semarang dan Makassar, Wealth Wisdom 2026 akan berlanjut ke Bali, 15 September nanti, Medan (23 September), Bandung (30 September), dan Surabaya (7 Oktober)    , sebelum ditutup di Jakarta pada 22 Oktober 2026.

Editor: Bali Putra