Jaga Ketersediaan di Bone, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tambah Alokasi BBM 10–15 Persen

88
Mengantisipasi dinamika kebutuhan masyarakat serta menjaga kelancaran pelayanan lembaga penyalur di Kabuaten Bone, Pertamina Patra Niaga telah menambah alokasi stok sekitar 10–15 persen dari rata-rata penyaluran harian normal. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, BONE – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan BBM di Kabupaten Bone, dan wilayah sekitarnya dalam kondisi aman dan terjaga. Untuk mengantisipasi dinamika kebutuhan masyarakat serta menjaga kelancaran pelayanan di lembaga penyalur, Pertamina Patra Niaga telah menambah alokasi stok sekitar 10–15 persen dari rata-rata penyaluran harian normal.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto menyebutkan, penambahan tersebut merupakan upaya antisipatif menyusul antrean kendaraan di sejumlah SPBU, mulai Kecamatan Mare, Kabupaten Bone hingga beberapa titik sepanjang perjalanan menuju Kota Makassar. Pertamina terus memantau perkembangan kondisi lapangan untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai kebutuhan.

“Monitoring kami lakukan berkala terhadap stok, realisasi penyaluran, serta pola konsumsi di masing-masing wilayah. Evaluasi menjadi dasar penyesuaian distribusi apabila terjadi perubahan kebutuhan atau peningkatan permintaan pada titik tertentu,” ujarnya.

Pertamina terus memantau transaksi BBM subsidi untuk memastikan pembelian berlangsung sesuai ketentuan, sekaligus mengantisipasi potensi penyalahgunaan, pembelian berulang, maupun aktivitas lain yang dapat mengganggu pemerataan akses BBM bagi masyarakat. POTO: ISTIMEWA

Di sisi pelayanan, Pertamina Patra Niaga juga memperkuat pengawasan terhadap proses penyaluran BBM di SPBU. Transaksi BBM subsidi dipantau untuk memastikan pembelian berlangsung sesuai ketentuan, sekaligus mengantisipasi potensi penyalahgunaan, pembelian berulang, maupun aktivitas lain yang dapat mengganggu pemerataan akses BBM bagi masyarakat.

Pada SPBU yang mengalami peningkatan kepadatan, petugas marshalling turut diaktifkan untuk membantu mengatur arus kendaraan dan antrean. Pengaturan dilakukan agar kendaraan tetap berada pada area yang aman, proses pengisian berlangsung tertib, serta antrean tidak mengganggu lalu lintas maupun aktivitas masyarakat di sekitar SPBU.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan pihak terkait untuk mengevaluasi kondisi penyaluran di lapangan. Hal ini kami lakukan berkelanjutan agar distribusi BBM dapat menyesuaikan perkembangan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Masyarakat diimbau menggunakan BBM secara bijak dan melakukan pembelian sesuai kebutuhan. POTO: ISTIMEWA

Lilik mengimbau masyarakat menggunakan BBM secara bijak dan melakukan pembelian sesuai kebutuhan. Masyarakat tidak perlu melakukan panic buying karena dapat meningkatkan kepadatan di SPBU dan mengganggu pola distribusi apabila terjadi pembelian secara berlebihan dalam waktu bersamaan.

Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat mengikuti pengaturan antrean yang diterapkan petugas SPBU serta menggunakan BBM sesuai peruntukan.

“Apabila menemukan kendala layanan, dugaan penyalahgunaan, atau indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135 untuk diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme,” pungkasnya.

*/Editor: Bali Putra