
BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Tiga Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM) wastra Sulawesi Selatan (Sulsel) ikut berpartisipasi dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang berlangsung di JICC Jakarta dan resmi ditutup, Minggu, 23 Agustus 2026.
Selain itu, sebanyak 21 UMKM Sulsel berpartisipasi dalam pameran KKI Online dengan beragam produk, mulai dari wastra, ready to wear (RTW), makanan dan minuman olahan, kopi, hingga kriya.
Di mana, selama rangkaian KKI 2026, transaksi penjualan UMKM Sulsel mencapai Rp1,028 miliar, terdiri atas Rp215 juta dari pameran luring dan Rp813 juta dari pameran online.
Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel), Rizki Ernadi Wimanda, Senin, 24 Agustus 2026.
Dikatakan, keikutsertaan UMKM Sulsel di KKI 2026 merupakan upaya pengembangan potensi daerah yang diharapkan semakin membuka eksposur, akses pasar, dan peluang kemitraan, baik di tingkat nasional maupun global.
Tidak berhenti pada promosi dan transaksi, perluasan akses pasar UMKM Sulsel juga diperkuat melalui Business Matching (BM) ekspor. Sebanyak 7 UMKM binaan BI Sulsel mengikuti 15 sesi BM ekspor dengan 10 buyer/aggregator dan menghasilkan 6 Letter of Intent (LoI) dengan potensi transaksi ekspor Rp380,75 juta.
Kesepakatan tersebut antara lain melibatkan produk kopi dari Sulsel dengan mitra di Kanada, Singapura, dan Amerika Serikat, serta produk lain dengan mitra pasar di Singapura.
Capaian tersebut menunjukkan, keikutsertaan UMKM Sulsel dalam KKI tidak hanya memberikan ruang untuk memperkenalkan produk, juga membuka akses terhadap pasar yang lebih luas, jejaring kemitraan, dan peluang ekspor.
”Ini sejalan dengan upaya BI untuk terus memperkuat daya saing UMKM Sulsel melalui perluasan akses pasar, pembiayaan, inovasi, dan penguatan jejaring bisnis,” ujar Rizki.
Ke depan, berbagai peluang dan insight yang diperoleh selama KKI 2026 akan terus ditindaklanjuti melalui penguatan program pengembangan UMKM di daerah. Dengan sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan, semakin banyak UMKM Sulawesi Selatan diharapkan mampu naik kelas, memperluas penetrasi pasar nasional, serta menembus pasar global.
Makin Berdaya, Makin Mendunia
Sementara itu, KKI 2026 resmi ditutup dengan mencatatkan peningkatan transaksi dan capaian positif dalam memperkuat daya saing UMKM Indonesia. Hingga 22 Agustus 2026, penjualan KKI 2026 mencapai Rp144,2 miliar, meningkat 46 persen dibandingkan capaian 2025.
Selain itu, BM ekspor mencapai Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara. Sementara BM pembiayaan mencapai Rp285 miliar, meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir. Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya akses UMKM terhadap pasar, pembiayaan, dan jejaring bisnis, baik di dalam maupun luar negeri.
Lebih dari sekadar mencatatkan peningkatan transaksi, KKI 2026 menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem UMKM Indonesia agar semakin berdaya, inovatif, dan mampu menembus pasar global.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, KKI mempertemukan UMKM dengan peluang pasar, pembiayaan, jejaring bisnis, serta pengembangan kapasitas dan inovasi. Pendekatan tersebut menegaskan bahwa pengembangan UMKM tidak berhenti pada promosi dan transaksi, tetapi diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan mendorong UMKM naik kelas.
“Setiap tahun, kami selenggarakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Nmaun, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, dalam Seremoni Penutupan KKI 2026 di JICC Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2026.
Penguatan ekosistem tersebut dibangun melalui sinergi yang luas. KKI 2026 melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia, dengan hampir 560 UMKM berpartisipasi secara luring menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari wastra, ready to wear, makanan dan minuman, home decor, hingga karya kreatif generasi muda.
KKI 2026 juga didukung 27 kementerian/lembaga serta 34 asosiasi, mitra, industri, perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Pengembangan, kurasi, dan perluasan akses pasar UMKM turut didukung oleh jaringan 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri dan 5 Kantor Perwakilan Luar Negeri Bank Indonesia. Sinergi tersebut menjadi kekuatan dalam membangun ekosistem UMKM Indonesia yang semakin terhubung dan berdaya saing.
Penguatan ekosistem KKI juga dilakukan melalui pengembangan talenta dan potensi daerah. Salah satunya melalui Cangkir Barista, program pengembangan wirausaha kopi melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi nasional, dan pendampingan usaha bagi barista.
Selain itu, Citra Nusa menjadi wadah penguatan daya saing UMKM wastra melalui peningkatan kapasitas, inovasi desain, dan pengembangan produk berorientasi ekspor. Tahun ini, Cangkir Barista menghasilkan 6 juara terbaik dan 4 juara terfavorit, sementara Citra Nusa menghasilkan 5 juara terbaik dan 3 juara terfavorit.
Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta menciptakan lapangan kerja.
Editor: Bali Putra









