Pemkot Makassar dan Transjakarta Bahas Peluang Bangun Sistem Bus Terintegrasi

86
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus membuka peluang untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat di Kota Makassar.

Munafri melakukan penjajagan membangun sistem bus terintegrasi dengan Transjakarta kick-off meeting secara daring bersama Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Welfizon Yuza, Jumat, 21 Agustus 2026.

“Melalui pertemuan perdana ini, kami Pemkot Makassar ingin mendapatkan gambaran awal mengenai berbagai hal yang perlu dipersiapkan untuk menghadirkan sistem layanan bus ala Transjakarta yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Munafri.

Munafri menjelaskan, saat ini layanan Bus atau Trans Sulsel sudah dihadirkan Pemprov Sulsel yang melintasi ruas jalan utama kota. Dirinya ingin menghadirkan layanan bus yang mampu menghubungkan sejumlah kawasan di Kota Makassar tanpa menimbulkan tumpang tindih dengan layanan transportasi lokal yang sudah ada.

Bagi Munafri, kebutuhan terhadap layanan transportasi publik di Kota Makassar semakin penting melihat tingginya mobilitas masyarakat yang masuk dan keluar Kota Makassar setiap harinya.

“Kota Makassar, berpenduduk sekitar 1,4 juta jiwa pada malam hari. Di siang hari, hampir 2 juta penduduk yang datang dan keluar di Kota Makassar,” katanya.

Munafri berharap rapat perdana tersebut dapat berkembang menjadi langkah konkret untuk memperkuat pelayanan transortasi publik di Kota Makassar.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, menambahkan, pertemuan tersebut secara spesifik untuk mendengarkan harapan Pemerintah Kota Makassar dan pemaparan pihak Transjakarta mengenai pengalaman dan sistem pelayanan bus yang telah dijalankan di Jakarta.

“Transjakarta mau menawarkan kerja sama dengan Pemerintah Kota dalam hal penyediaan transportasi publik di Makassar seperti di Jakarta. Mereka tadi itu memaparkan tentang kegiatan-kegiatan dan perusahaan mereka,” jelasnya.

Pertemuan tersebut belum masuk pada tahap penentuan bentuk kerja sama maupun operasional layanan. Pemerintah Kota Makassar bersama Transjakarta masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut untuk melihat kesesuaian konsep, kebutuhan, serta skema yang paling tepat diterapkan di Makassar.

Editor: Bali Putra