OJK Sebut Industri Keuangan Syariah Nasional Makin Eksis dan Berdaya Saing di Tingkat Global

94
KETERANGAN POTO: Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, JAKARTA – Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono mengatakan, keuangan syariah Indonesia menunjukkan eksistensi dan daya saing di tingkat global, terus bertumbuh dan berperan dalam mendukung perekonomian. Hal tersebut dikatakan Dicky saat pembukaan Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2026 di Kota Kasablanka Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.

Dikatakan, pertumbuhan industri keuangan tidak hanya dilihat dari sisi besaran industri, juga dari kebermanfaatan lebih luas dan layanan berkualitas. “Pengembangan keuangan syariah tidak semata berkaitan dengan transaksi, namun bagaimana membangun keadilan, kemitraan, kepercayaan, dan kemasyarakatan,” kata Dicky.

EKSiS menjadi jembatan bahwa produk keuangan syariah merupakan pilihan berkualitas yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan ekonomi riil, dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Penyelenggaraan EKSiS menjadi semakin relevan sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, di mana indeks literasi keuangan syariah 43,07 persen dan indeks inklusi keuangan syariah 13,24 persen. Masih ada ruang yang luas untuk memperkuat pemahaman sekaligus mendorong pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah oleh masyarakat.

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menegaskan, keuangan syariah harus menjadi solusi atas persoalan ekonomi masyarakat, termasuk melalui dukungan terhadap penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha, dan peningkatan kapasitas UMKM. “Pengembangan industri keuangan syariah tidak hanya diarahkan untuk tumbuh cepat, tetapi mampu memperbesar skala ekonomi, mendorong UMKM naik kelas, serta memberikan ruang bagi inovasi dengan tetap memperhatikan tata kelola, prinsip kehati-hatian, dan pelindungan konsumen,” katanya.

Pada kesempatan sama, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution mengatakan pertumbuhan permintaan masyarakat terhadap produk keuangan syariah harus beriringan dengan peningkatan inovasi dan kualitas penawaran dari industri.

Farid berharap keikutsertaan LPS dalam EKSiS dapat memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku UMKM, sehingga semakin percaya diri dalam memahami dan memanfaatkan layanan keuangan syariah secara bijak. Bali Putra