Dukung “InJourney Green”, Bandara Sultan Hasanuddin Hidupkan Ekowisata dengan Menanam 70 Ribu Bibit Mangrove di Maros

76
Pelaksanaan program CSR menanam bibit mangrove sebagai dukungan terhadap "InJourney Green" di pesisir Desa Ampekale, Maros, Kamis, 20 Agustus 2026. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAROS – Angkasa Pura Indonesia (API) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin kembali menunjukkan komitmen terhadap lingkungan dan masyarakat melalui pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR). Salah satunya, dengan menanam 70 ribu bibit mangrove di pesisir Ampekale, Maros, Kamis, 20 Agustus 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan bersinergi dengan Kantor Region V API, diharapkan tidak hanya bermanfaat ekologis, juga menjadi investasi jangka panjang dalam menjaga kawasan pesisir dari abrasi, mendukung habitat berbagai biota, serta meningkatkan kualitas lingkungan.

Upaya menjaga keseimbangan ekosistem, juga menjadi perhatian terhadap keselamatan penerbangan, khususnya dalam pengelolaan potensi bahaya satwa (wildlife hazard) di sekitar kawasan operasional bandara.

Melalui pengelolaan lingkungan yang tepat dan berkelanjutan, API berupaya menjaga agar keberadaan habitat dan populasi satwa tetap terkelola sehingga tidak menimbulkan potensi gangguan terhadap operasional penerbangan.

Hadir pada kegiatan itu Kepala Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Maros, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Maros, Direktur Eksekutif Institusi Penelitian dan Pengembangan Masyarakat, Camat Bontoa serta seluruh karyawan dan karyawati API Regional V dan Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kantor Region V melalui program InJourney Green melakukan penanaman 10.000 bibit mangrove, dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin berkontribusi 60.000 bibit mangrove. Begitu juga program InJourney Airports Peduli Fasilitas melalui bantuan sarana dan prasarana untuk mendukung pengembangan ekowisata di Desa Ampekale, Maros.

Di sisi lain, pengembangan kawasan melalui dukungan sarana dan prasarana diharapkan dapat memperkuat potensi ekowisata Maros sehingga bermanfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Regional CEO PT API Region V, Handy Heryudhitiawan, menyebutkan, “InJourney Green” merupakan bentuk nyata komitmen API mendorong keberlanjutan melalui pengelolaan lingkungan yang bermanfaat jangka panjang.

“Melalui InJourney Green, kami tidak hanya berbicara mengenai penanaman pohon, tetapi bagaimana sebuah kawasan dapat tumbuh menjadi ekosistem yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.

Kawasan sekitar 10 hektare ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara bertahap, dengan sekitar 5 hektare yang saat ini telah mulai ditanami mangrove.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengatakan, pengembangan kawasan mangrove perlu dilakukan secara konsisten dan melibatkan berbagai pihak agar manfaatnya dapat terus dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami berharap kawasan ini nantinya tidak hanya menjadi ruang hijau yang berfungsi menjaga ekosistem pesisir, juga dapat mendukung pengembangan ekowisata Maros,” katanya.

Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan, diakui menjadi kunci agar upaya pelestarian lingkungan ini dapat memberikan dampak yang berkelanjutan.

Ke depan, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin akan terus mendorong berbagai inisiatif yang menghubungkan aspek lingkungan, sosial, dan keberlanjutan dengan tetap memperhatikan keselamatan penerbangan, sehingga keberadaan bandara dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Maros.

Editor: Bali Putra