Unhas dan Kedubes Belanda Bahas Penguatan Kemitraan Multilateral

95
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia membahas penguatan kemitraan multilateral di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Pembahasan tersebut mengemuka dalam Kuliah Umum bertajuk “Indonesia, the Netherlands and the EU: Stable, Reliable and Predictable Partnerships in Turbulent Times” di Arsjad Rasjid Lecture Theater Unhas, Rabu (19/08/2026).

Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia (, Mr. Adriaan Palm, hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut.

Kepala Subdirektorat Pengelolaan Informasi dan Pemantauan Unhas, Rakhmat Nurul Prima Nugraha, saat membuka kegiatan mengatakan, berbagai tantangan global, mulai dari pandemi Covid-19 hingga dinamika geopolitik, membutuhkan pola kemitraan yang kuat dan adaptif.

“Dunia telah melalui berbagai tantangan eksternal yang kompleks, mulai dari pandemi Covid-19 pada tahun 2020 hingga dinamika geopolitik terkini. Melalui forum ini, kita berharap dapat mendiskusikan peluang kolaborasi yang kuat dan adaptif,” ujar Rakhmat.

Menurutnya, pemahaman terhadap dinamika global penting bagi sivitas akademika untuk memperluas wawasan internasional sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Dalam paparannya, Mr. Adriaan Palm membahas perubahan pola diplomasi internasional sejak era 1990-an. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah mengubah diplomasi yang sebelumnya banyak berlangsung secara tertutup menjadi semakin terbuka dan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan.

“Dahulu diplomasi banyak dilakukan di ruang tertutup. Saat ini, diplomasi berada di ruang publik yang menuntut respons cepat. Namun, kita harus berhati-hati agar pragmatisme tidak mengorbankan penegakan aturan hukum internasional,” jelas Mr. Palm.

Diplomat yang memiliki pengalaman panjang dalam hubungan internasional tersebut juga menekankan perlunya revitalisasi sistem multilateral agar mampu menjembatani perbedaan kepentingan antarnegara.

Ia menilai kerja sama internasional perlu dibangun secara bertahap melalui dialog dan penguatan bidang-bidang yang memiliki kepentingan bersama.

“Kunci menghadapi tantangan ini merupakan upaya membangun jembatan dialog antara belahan dunia Utara dan Selatan serta Barat dan Timur. Kita perlu memperkuat kerja sama pada bidang-bidang kepentingan bersama secara konsisten,” jelasnya.

Kuliah umum berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara Mr. Adriaan Palm dengan peserta, yang didominasi oleh sivitas akademika Unhas.

Forum yang berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture Theater Unhas, pada Rabu, 19 Agustus 2026 ini merupakan ruang bagi sivitas akademika untuk memahami perkembangan geopolitik dan diplomasi internasional sekaligus memperkuat jejaring kerja sama Unhas dengan mitra internasional.

Editor: Bali Putra