Dosen Unhas Kembangkan Teknologi untuk Tingkatkan Mutu Kopi Robusta Bulukumba

90
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) mengembangkan teknologi pascapanen untuk meningkatkan mutu dan nilai ekonomi kopi Robusta asalan di Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Program pemberdayaan masyarakat tersebut dilakukan bersama CV Kawali Coffee Farm melalui hibah Pengabdian kepada Masyarakat, Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Program difokuskan pada dua inovasi, yakni peningkatan mutu green bean kopi Robusta asalan melalui teknik germinasi serta pengembangan kopi signature menggunakan teknologi fermentasi terkontrol dengan bakteri asam laktat (BAL).

Ketua tim pengabdian, Dr Februadi Bastian, mengatakan teknik germinasi atau perkecambahan biji kopi dapat mengaktifkan sejumlah enzim yang berperan dalam pembentukan karakter cita rasa sekaligus berpotensi menurunkan senyawa penyebab flavor defect.

“Dengan memperkenalkan metode fermentasi, kami ingin Kawali Coffee Farm memiliki produk signature sebagai produk khasnya sehingga dapat meningkatkan daya saing dan memperkuat positioning merek di pasar kopi,” ujar Februadi.

Menurutnya, teknologi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan mutu flavor green bean kopi Robusta asalan sehingga memberikan nilai tambah bagi produk kopi dari Kindang.

Selain germinasi, tim Unhas memperkenalkan fermentasi terkontrol menggunakan BAL untuk menghasilkan karakter cita rasa yang lebih khas. Teknologi tersebut juga berpotensi menurunkan kadar kafein pada kopi.

Ketua Kawali Coffee Farm Andi Abdillah Suardi mengatakan, teknologi yang diperkenalkan Unhas memberikan alternatif untuk memperbaiki mutu kopi Robusta yang selama ini memiliki keterbatasan dari sisi kualitas bahan baku.

“Berkat materi teknik germinasi dan fermentasi yang diberikan, kami telah memiliki gambaran dan rencana untuk menghasilkan kopi unggulan yang berkualitas serta mendapat jalan keluar untuk memperbaiki mutu kopi Robusta asalan,” kata Abdillah.

Kolaborasi tersebut menunjukkan penerapan hasil riset perguruan tinggi untuk menjawab persoalan yang dihadapi pelaku usaha kopi. Pengendalian mutu pascapanen dan pengembangan karakter produk dinilai dapat meningkatkan daya saing sekaligus menggeser posisi kopi lokal dari sekadar komoditas bahan baku menjadi produk bernilai tambah.

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan pada 20 Juni 2026 di Kecamatan Kindang, Bulukumba. Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1 tentang pengentasan kemiskinan dan SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Tim pengabdian Unhas terdiri atas Dr Februadi Bastian sebagai ketua, serta Dr Zainal dan Rahmat Nurul Prima Nugraha sebagai anggota.

Program tersebut turut melibatkan tujuh mahasiswa, yakni Irham Rasyid, Harum Bunga Cinta, Nurhanifauziah Wijaya, Insani Lathifah, Shabrina Rafidah Harun, Andi Arnan, dan Febrio Rynaldo Tanwar.

Editor: Wayan Susena