Investasi Makassar Capai Rp2,7 Triliun hingga Semester I-2026

159

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Realisasi investasi di Kota Makassar mencapai lebih dari Rp2,7 triliun hingga semester satu atau periode Januari-Juni 2026. Capaian tersebut setara sekitar 77 persen dari target investasi Pemerintah Kota Makassar sebesar Rp3,5 triliun tahun ini.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Makassar Mario Said mengatakan, capaian tersebut menunjukkan iklim investasi di Makassar masih tumbuh positif.

“Realisasi investasi Kota Makassar sampai dengan triwulan kedua, dari Januari sampai Juni, berada di angka Rp2,7 triliun lebih,” kata Mario di Makassar, Kamis, 13 Agustus 2026.

Mario optimistis realisasi investasi hingga akhir tahun dapat melampaui target Rp3,5 triliun. Pemkot Makassar bahkan berharap capaian tersebut mendekati atau melampaui realisasi investasi 2025 yang mencapai sekitar Rp5,2 triliun.

Berdasarkan sektor usaha, investasi terbesar berasal dari transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi dengan nilai sekitar Rp638,78 miliar. Disusul perdagangan dan reparasi Rp451,90 miliar, perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp351,88 miliar, pertambangan Rp281,70 miliar, serta hotel dan restoran Rp224,98 miliar.

Dari sisi sumber modal, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai sekitar Rp2,1 triliun. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sekitar Rp617,90 miliar.

Menurut Mario, peningkatan realisasi investasi juga dipengaruhi kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) melalui sistem Online Single Submission (OSS).

DPM-PTSP Makassar terus melakukan sosialisasi, pendampingan, dan pengawasan lapangan untuk membantu pelaku usaha memenuhi kewajiban pelaporan tersebut. Layanan pendampingan juga tersedia secara daring maupun langsung di Mal Pelayanan Publik (MPP).

“Kami melakukan pengawasan langsung ke lapangan sekaligus sosialisasi secara door-to-door kepada para pelaku usaha,” ujarnya.

Mario mengatakan, sejauh ini tidak terdapat perusahaan yang sengaja mengabaikan kewajiban pelaporan investasi. Menurutnya, pendekatan edukasi dan pendampingan menjadi langkah utama untuk meningkatkan kepatuhan pelaku usaha.

Dengan realisasi lebih dari Rp2,7 triliun hingga Juni 2026, Pemkot Makassar masih memiliki ruang untuk meningkatkan capaian investasi pada semester dua 2026 dan mengejar realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp5,2 triliun.

Editor: Wayan Susena