Unhas Perkuat Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja di Bulukumba

128
POTO: ISTIMEWA

BISNISSULAWESI.COM, BULUKUMBA — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (FKep Unhas) memperkuat edukasi kesehatan reproduksi remaja melalui program Sekolah Siaga Reproduksi Sehat di SMP Negeri 17 Bulukumba, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Program bertajuk “Sekolah Siaga Reproduksi Sehat: Penguatan Konselor Remaja dalam Edukasi dan Pendampingan Sebaya sebagai Strategi Pencegahan Infeksi Menular Seksual dan HIV/AIDS” tersebut dilaksanakan pada Jumat 7 Agustus 2026.

Kegiatan yang diketuai Dr Erfina itu bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kesehatan reproduksi sekaligus membekali mereka dengan keterampilan komunikasi dan konseling sebaya.

Erfina mengatakan remaja membutuhkan informasi kesehatan reproduksi yang akurat dan sesuai dengan tahap perkembangannya. Pengetahuan tersebut penting agar remaja mampu memahami perubahan fisik dan psikologis, menjaga kesehatan diri, serta mengenali dan menghindari perilaku berisiko.

“Penguatan konselor sebaya menjadi salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan di lingkungan sekolah. Remaja sering kali merasa lebih nyaman berkomunikasi dengan teman sebayanya. Karena itu, mereka perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang tepat agar dapat memberikan informasi dan dukungan secara positif,” ujar Erfina.

Kepala SMP Negeri 17 Bulukumba Dr Kasmawati Zainuddin menyambut baik program tersebut. Ia berharap, siswa yang mengikuti pelatihan dapat menjadi konselor sebaya yang mampu memberikan informasi kesehatan yang benar sekaligus menjadi ruang diskusi positif bagi teman-temannya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat materi mengenai perubahan fisik dan psikologis pada masa remaja, kesehatan organ reproduksi, serta penerapan perilaku hidup sehat. Materi juga mencakup Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS, termasuk cara penularan, pencegahan, serta pentingnya menghindari perilaku berisiko.

Selain edukasi, peserta dibekali keterampilan komunikasi efektif dan teknik dasar konseling sebaya, seperti mendengarkan secara aktif, berkomunikasi secara empatik, dan memberikan dukungan sesuai kapasitas konselor sebaya.

Pembelajaran dilakukan secara interaktif melalui diskusi, ice breaking, dan simulasi. Dalam sesi role play, peserta mempraktikkan komunikasi dan pendampingan terhadap teman sebaya dalam berbagai situasi yang mungkin ditemui di lingkungan sekolah.

Melalui program tersebut, Tim Pengabdian FKep Unhas berharap terbentuk konselor remaja yang memiliki pengetahuan, keterampilan komunikasi, dan kepedulian terhadap kesehatan reproduksi. Konselor sebaya diharapkan dapat membantu menyebarkan informasi yang benar, serta mendorong teman yang menghadapi persoalan kesehatan untuk mendapatkan bantuan dari pihak yang tepat.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan literasi kesehatan reproduksi dan pencegahan IMS serta HIV/AIDS. Selain itu, program sejalan dengan SDGs 4 tentang Pendidikan Bermutu melalui penguatan literasi kesehatan dan keterampilan komunikasi siswa. (*)

Editor: Wayan Susena