Pelindo Regional 4 Gandeng Stakeholder dan Pengguna Jasa, Perkuat Budaya Anti Suap di Pelabuhan Makassar

103
Pelindo Regional 4 menggandeng stakeholder dan pengguna jasa, memperkuat budaya anti penyuapan dan anti fraud di lingkungan Pelabuhan Makassar. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 4 memperkuat komitmen membangun tata kelola kepelabuhanan yang bersih dan berintegritas. Menggandeng seluruh stakeholder dan pengguna jasa, Pelindo memperkuat sinergi dalam mencegah praktik penyuapan dan fraud di sektor kepelabuhanan.

Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, mengatakan, keberhasilan penerapan tata kelola perusahaan yang baik tidak hanya bergantung pada komitmen internal perusahaan, juga diperlukan dukungan dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam ekosistem pelayanan kepelabuhanan.

“Pelabuhan merupakan simpul penting dalam rantai logistik nasional yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, membangun budaya integritas harus menjadi komitmen bersama,” ujar Rinto saat sosialisasi anti penyuapan dan anti fraud di lingkungan Pelabuhan yang berlangsung di Lantai 7 Gedung Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, Rabu (29/07/2026).

Pelindo membangun kesamaan pemahaman bahwa pelayanan profesional dapat terwujud apabila seluruh proses bisnis dijalankan secara bersih, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik penyuapan maupun fraud.

Dikatakan, Pelindo Regional 4 konsisten menerapkan berbagai kebijakan penguatan tata kelola, pengendalian gratifikasi, sistem pelaporan pelanggaran, serta peningkatan kesadaran seluruh insan perusahaan terhadap nilai-nilai integritas.

“Komitmen kami perluas kepada seluruh mitra kerja dan pengguna jasa agar budaya antikorupsi benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan pelabuhan. Ini juga berdampak meningkatnya kepercayaan masyarakat dan dunia usaha terhadap layanan kepelabuhanan,” katanya.

Sosialisasi, menghadirkan Dosen Fakultas Hukum Unhas, Andi Muhammad Aswin Anas sebagai narasumber. Aswin Anas menegaskan, pencegahan penyuapan dan fraud harus dimulai dari komitmen individu, kemudian diperkuat sistem organisasi yang transparan dan akuntabel.

“Integritas bukan hanya kewajiban perusahaan, juga tanggung jawab setiap individu yang terlibat dalam proses pelayanan. Ketika seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai risiko hukum dan dampak penyuapan maupun fraud, maka budaya kepatuhan akan tumbuh secara alami dan menjadi benteng utama mewujudkan pelayanan publik berkualitas,” jelasnya.

Ditambahkan, kolaborasi antara operator pelabuhan, instansi pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pengguna jasa menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem kepelabuhanan yang bersih dan berdaya saing.

Melalui kegiatan tersebut, Pelindo Regional 4 berharap seluruh stakeholder dan pengguna jasa Pelabuhan Makassar semakin memahami pentingnya penerapan prinsip integritas dalam setiap aktivitas pelayanan serta bersama-sama menciptakan lingkungan kerja bebas penyuapan dan fraud.

Sebagai penguatan komitmen, dilaksanakan penandatanganan Komitmen Bersama Anti Penyuapan dan Anti Fraud oleh Pelindo Regional 4 bersama seluruh stakeholder dan pengguna jasa yang hadir. Penandatanganan menjadi simbol sinergi seluruh pihak dalam mendukung terciptanya pelayanan kepelabuhanan yang bersih, transparan, profesional, dan berintegritas.

Editor: Bali Putra