Damkarmat Makassar Manfaatkan Inovasi “Api Bahari”, Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Pesisir Pulau

79
Memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pesisir dan kepulauan menghadapi ancaman kebakaran, penyelamatan, hingga berbagai kondisi darurat, Dinas Damkarmat Makassar menghadirkan inovasi pelayanan publik “Api Bahari”. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pesisir dan kepulauan menghadapi ancaman kebakaran, penyelamatan, hingga berbagai kondisi darurat, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar menghadirkan inovasi pelayanan publik “Api Bahari” atau Aksi Pemberdayaan Inovatif Berbasis Masyarakat Pesisir.

“Inovasi ini, langkah strategis membangun sistem penanggulangan keadaan darurat lebih cepat, adaptif, dan berbasis partisipasi masyarakat,” ujar Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadli Wellang, Jumat (24/07/2026).

Inovasi tersebut dirancang sebagai solusi atas tantangan geografis Kota Makassar yang memiliki wilayah kepulauan, khususnya di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Di mana akses menuju lokasi kejadian kerap dipengaruhi kondisi cuaca dan jarak tempuh sehingga berdampak pada waktu respons petugas.

“Melalui inovasi ini, masyarakat tidak lagi hanya menjadi penerima layanan, tetapi menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan keadaan darurat,” kata Fadli.

Melalui Api Bahari, Damkarmat membentuk relawan yang berasal dari masyarakat pesisir, yang nantinya mendapatkan pelatihan secara bertahap mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Juga, teknik penyelamatan, Bantuan Hidup Dasar (BHD), mitigasi bencana, hingga mekanisme pelaporan kejadian secara cepat dan terkoordinasi.

“Relawan menjadi garda terdepan dalam merespons awal berbagai insiden di wilayah kepulauan sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian material dapat diminimalkan,” sebutnya.

Menurut Fadli, inovasi Api Bahari tidak hanya berorientasi penanganan kebakaran, juga membangun budaya sadar keselamatan di tengah masyarakat pesisir melalui edukasi, pelatihan, dan kolaborasi yang berkesinambungan.

“Harapan kami, program perubahan ini tidak hanya berhasil diterapkan di wilayah kepulauan Kota Makassar, i juga dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir yang bisa direplikasi di daerah lain yang memiliki karakteristik geografis sama,” tutup Fadli.

Editor: Bali Putra