Perumda Pasar dan IBK Nitro, Berikan Beasiswa Bagi Anak Pedagang Pasar

85
Perumda Pasar Makassar Raya bersama IBK Nitro Makassar, bekerjasama memberikan beasiswa bagi anak pedagang di bawah naungan Perumda Pasar. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar Raya bersama Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) Nitro Makassar, memberikan beasiswa bagi anak pedagang di bawah naungan Perumda Pasar.

“Ini bentuk kepedulian terhadap masa depan keluarga pedagang sekaligus penghargaan bagi pedagang yang selama ini menunjukkan komitmen dan loyalitas memenuhi kewajibannya kepada Perumda Pasar,” ujar Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, Rabu (22/07/2026).

Melalui skema beasiswa kerjasama, anak pedagang pasar berkesempatan melanjutkan kuliah dengan biaya lebih terjangkau, yakni Uang Kuliah Tunggal (UKT) hanya Rp350 ribu per bulan. Sosialisasi program dilakukan langsung jajaran IBK Nitro Makassar saat melakukan kunjungan ke Kantor Perumda Pasar Makassar Raya.

Ali Gauli menjelaskan, program tersebut diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga pedagang yang selama ini memiliki keterbatasan untuk membiayai pendidikan anak hingga jenjang perguruan tinggi, terutama pedagang kecil.

Tahap awal, program Beasiswa Jalur Kerja Sama diterapkan di tujuh pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Makassar Raya, Pasar Sentral, Pasar Butung, Pasar Pa’baeng-baeng, Pasar Terong, Pasar Daya, Pasar Toddopoli, dan Pasar Pannampu.

Dari masing-masing pasar, dipilih lima anak pedagang, sehingga sedikitnya 35 calon mahasiswa memperoleh kesempatan mengikuti program tersebut pada tahap perdana.

“Tidak sekadar memberikan keringanan biaya kuliah, program ini merupakan upaya pemberdayaan keluarga pedagang pasar,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis IBK Nitro Makassar, Sujatmiko, menjelaskan, program tersebut dirancang untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi keluarga pelaku usaha di pasar tradisional.

“Harapan kami agar anak pedagang memiliki bekal ilmu sesuai perkembangan dunia usaha, keuangan, dan ekonomi digital saat ini,” jelas Sujatmiko.

IBK Nitro membuka berbagai pilihan program studi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan bisnis. Program tersebut meliputi Diploma III (D3) Keuangan dan Perbankan, Sarjana (S1). Juga, Manajemen dengan konsentrasi Manajemen Keuangan, Manajemen Perbankan, Manajemen Pasar Modal, dan Manajemen Perbankan Syariah, serta S1 Bisnis Digital dan S1 Kewirausahaan.

Nilai bantuan pendidikan yang diberikan melalui program ini sangat besar karena penerima beasiswa memperoleh pembebasan biaya pendaftaran dan uang pangkal.

Selain itu, mahasiswa hanya dikenakan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp350 ribu per bulan di kampus tersebut.

“Secara reguler, biaya pendaftaran kami sebesar Rp300 ribu, uang pangkal Rp6 juta, dan UKT sekitar Rp4 juta per semester,” katanya.

Sujatmiko berharap program ini dapat menjadi jembatan bagi anak-anak pedagang untuk memperoleh pendidikan tinggi yang selama ini mungkin sulit dijangkau karena keterbatasan ekonomi.

Editor: Bali Putra