Asmo Sulsel: Wajib Helm Meskipun Berkendara Jarak Dekat

76
Instruktur Safety Riding Asmo Sulsel, Wanny mengingatkan orang tua murid akan pentingnya penggunaan helm saat mengendarai sepeda motor di jalan raya, baik jarak tempuh jauh maupun dekat. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, GOWA – Saat berkendara di jalan raya, setiap pengendara sepeda motor wajib memakai helm. Bukan hanya saat berkendara jarak jauh, termasuk saat berkendara jarak dekat.

“Memakai helm itu wajib, karena risiko kecelakaan lalu lintas dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, tanpa dipengaruhi jauh atau dekatnya perjalanan,” ujar instruktur safety riding Asmo Sulsel, Wanny saat memberi edukasi safety riding kepada 30 orang tua siswa SMAN 20 Gowa, Rabu (22/07/2026).

Wanny menyoroti kebiasaan yang masih sering ditemui di masyarakat, yakni tidak menggunakan helm saat berkendara karena menganggap jarak tempuh dari rumah ke sekolah atau ke tujuan lain relatif dekat. Oleh karenanya, Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) sebagai main dealer sepeda motor Honda dan bagian dari PT Astra International Tbk, berkewajiban untuk secara berkelanjutan memberi edukasi keselamatan dan tertib berkendara kepada masyarakat sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara.

Melalui kegiatan ini, Asmo Sulsel mengajak para orang tua menjadi pelopor budaya #Cari_Aman, terutama saat mengantar maupun menjemput anak ke sekolah.

Selain pentingnya penggunaan helm berstandar SNI, peserta juga diberikan pemahaman mengenai perlengkapan berkendara lain yang tidak kalah penting, seperti jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu. Seluruh perlengkapan tersebut berfungsi sebagai pelindung tubuh untuk membantu mengurangi tingkat cedera apabila terjadi kecelakaan, sehingga pengguna sepeda motor memiliki perlindungan yang lebih baik selama berada di jalan.

Dalam sesi edukasi, Wanny juga mengingatkan, keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan kemampuan mengendarai sepeda motor, juga oleh kedisiplinan dalam mempersiapkan diri sebelum berkendara.

“Menggunakan perlengkapan keselamatan secara lengkap dan mematuhi aturan lalu lintas merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan perlindungan lebih besar bagi pengendara maupun penumpang,” sebutnya.

Wanny mengatakan, masih banyak masyarakat yang beranggapan penggunaan helm hanya diperlukan untuk perjalanan jauh. Menurutnya, pola pikir tersebut perlu diubah agar keselamatan menjadi prioritas dalam setiap perjalanan.

“Kami ingin mengingatkan, helm bukan digunakan untuk mencegah kecelakaan, melainkan untuk mengurangi risiko fatal ketika kecelakaan benar-benar terjadi,” tambahnya.

Karena itu, tidak ada alasan untuk tidak memakai helm hanya karena jarak tempuh dekat. Setiap perjalanan memiliki potensi risiko yang sama, sehingga penggunaan helm dan perlengkapan berkendara lainnya harus menjadi kebiasaan setiap kali menggunakan sepeda motor

Sementara itu, Safety Riding & Community Supervisor Asmo Sulsel, Habib Permadi, mengatakan, edukasi kepada para orang tua memiliki peran penting dalam membangun budaya keselamatan berkendara di lingkungan keluarga.

Menurutnya, orang tua merupakan contoh pertama yang akan ditiru oleh anak-anak dalam berperilaku di jalan raya.

“Melalui edukasi ini, kami ingin mengajak para orang tua untuk menjadi teladan dalam menerapkan budaya #Cari_Aman. Ketika orang tua terbiasa menggunakan helm dan perlengkapan berkendara yang lengkap, anak-anak juga akan tumbuh dengan pemahaman bahwa keselamatan adalah prioritas,” uja Habib.

Ia berharap kesadaran ini tidak hanya diterapkan saat perjalanan jauh, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari dengan jarak tempuh yang singkat.

Melalui kegiatan ini, Asmo Sulsel kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan edukasi keselamatan berkendara kepada berbagai lapisan masyarakat. Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya penggunaan helm dan perlengkapan berkendara secara lengkap, diharapkan budaya #Cari_Aman dapat terus tumbuh dan berkontribusi dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya.

Editor: Bali Putra