Terminal Daya Siap Bertransformasi jadi Pusat Logistik Modern

86
Perumda Terminal Makassar Metro mulai merancang transformasi besar menjadikan Terminal Daya tak hanya sebagai terminal penumpang, namun menjadi pusat logistik dan terminal ekspedisi barang modern. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Terminal Makassar Metro mulai merancang transformasi besar yang tidak lagi menjadikan Terminal Daya semata sebagai terminal penumpang, namun diproyeksikan berkembang menjadi pusat logistik dan terminal ekspedisi barang modern yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi sekaligus mengurai persoalan kemacetan di kawasan utara Makassar.

Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengatakan pengembangan merupakan strategi memaksimalkan potensi lahan terminal.

“Ke depan kami merancang Terminal Regional Daya menjadi terminal ekspedisi atau terminal logistik. Sehingga tidak hanya sekadar naik turun penumpang,” ujar Elber, Rabu (15/07/2026).

Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin. POTO: ISTIMEWA

Terminal Regional Daya memiliki luas lahan sekitar 12 hektare. Namun, area yang saat ini digunakan untuk operasional terminal penumpang Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) baru berkisar satu hingga dua hektare.

Artinya, masih ada 10 hektare lahan yang dapat dikembangkan menjadi kawasan bisnis baru yang mampu meningkatkan pendapatan perusahaan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat, serta mampu berkontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Makassar.

Pengembangan terminal logistic, sejalan dengan program Pemkot Makassar, khususnya dalam penataan kawasan kota dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Melalui konsep tersebut, aktivitas ekspedisi barang yang selama ini tersebar di sejumlah ruas jalan di wilayah utara Kota Makassar akan dipusatkan di Terminal Regional Daya.

Selain menciptakan kawasan usaha yang lebih tertata, langkah tersebut juga diharapkan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi akibat aktivitas bongkar muat kendaraan ekspedisi di sejumlah titik.

“Kalau terminal ekspedisi ini berjalan, potensi bisnisnya sangat besar,” tambahnya.

Merealisasikan rencana tersebut, Perumda Terminal Makassar Metro mulai melakukan sosialisasi kepada asosiasi perusahaan ekspedisi. Pihaknya telah menghadiri sejumlah pertemuan bersama asosiasi ekspedisi dan dalam waktu dekat kembali dijadwalkan mengikuti forum lanjutan yang salah satu agendanya membahas pemindahan aktivitas ekspedisi ke Terminal Regional Daya.

Proses sosialisasi nantinya akan melibatkan pemerintah kecamatan di wilayah yang selama ini menjadi lokasi aktivitas perusahaan ekspedisi.

“Kami ingin semua berjalan bersama, camat mengetahui prosesnya, pelaku usaha juga memahami lokasi yang disiapkan sehingga penataan bisa dilakukan secara bertahap dan saling mendukung,” jelasnya seraya menargetkan proses relokasi perusahaan ekspedisi mulai berjalan pada 2026.

Ia menyadari terdapat sejumlah kendala teknis yang harus diselesaikan. Namun, tetap optimistis program tersebut dapat direalisasikan bertahap hingga seluruh perusahaan ekspedisi dapat beroperasi di kawasan Terminal Regional Daya.

Selain pengembangan terminal logistik, Perumda Terminal Makassar Metro juga menyiapkan sejumlah proyek investasi lain. Salah satunya, pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Untuk area depan terminal sudah ada peminat yang ingin membangun SPBU berikut fasilitas pendukungnya,” ungkapnya.

Elber menyebut proses pembangunan kawasan Terminal Daya diproyeksikan berlangsung bertahap 2026 hingga 2027. Sementara proses perubahan status badan hukum menjadi Perseroda ditargetkan selesai 2027 hingga 2028.

“Setelah pembenahan tiga terminal utama yang dikelola Perumda Terminal Makassar Metro selesai dan transformasi menjadi Perseroda terealisasi, perusahaan akan melanjutkan ekspansi bisnis ke berbagai lokasi lain,” pungkasnya.

Editor: Bali Putra