
BISNISSULAWESI.COM, PRANCIS – Joint Working Group (JWG) ke-14 Indonesia–Prancis bidang Pendidikan Tinggi, Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan telah berlangsung di Angers, Prancis, 1–3 Juli lalu. Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa (Prof. JJ) hadir memimpin delegasi Indonesia sekaligus menjadi narasumber.
Sebanyak 350 peserta dari 38 perguruan tinggi negeri Indonesia dan 58 universitas Prancis berkumpul untuk merancang arah baru kolaborasi akademik kedua negara.
Rektor Unhas, Prof. JJ, memimpin delegasi Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN) Indonesia sekaligus menjadi narasumber pada lokakarya maritim yang membahas pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan, keamanan maritim, dan pengembangan ekonomi biru di kawasan Indo-Pasifik, bersama Sébastien Reymond (ENSTA) dan François-Régis Boulvert (Naval Group).
Kehadiran Unhas memiliki makna lebih dari sekedar representasi kelembagaan. Pengalaman Unhas dalam riset kelautan memberi perspektif yang sangat relevan bagi pengembangan ilmu pengetahuan global. Laut tidak lagi dipandang hanya sebagai sumber daya ekonomi, juga laboratorium alami untuk memahami perubahan iklim, konservasi biodiversitas, dan ketahanan pangan.
“Forum ini menunjukkan bagaimana riset modern menuntut kolaborasi lintas negara. Tantangan seperti transisi energi, kecerdasan buatan, keamanan siber, hingga teknologi nuklir tidak mungkin diselesaikan satu institusi atau satu negara saja,” kata Prof. JJ.
Pada kesempatan ini, Rektor Unhas memanfaatkan pertemuan dengan puluhan kampus ternama Prancis untuk memperluas kolaborasi. Salah satu capaian konkret, penandatanganan nota kesepahaman dengan IMT Atlantique, institusi teknik terkemuka di Prancis. Kerja sama ini membuka peluang riset bersama, pertukaran akademisi, hingga pengembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Kabar menggembirakan juga datang pada penutupan forum. Unhas resmi ditunjuk sebagai tuan rumah JWT Indonesia–Prancis edisi 2028. Penunjukan ini merupakan suatu kehormatan, sekaligus pengakuan internasional terhadap kapasitas Unhas sebagai simpul kolaborasi akademik yang semakin diperhitungkan.
Editor: Bali Putra








