Rekening Perjudian Daring Meningkat Signifikan

101
Kepala Eksekutif Pengawas Perbank OJK, Dian Ediana Rae. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat ada peningkatan signifikan jumlah rekening yang berkorelasi langsung dengan aktifitas perjudian daring yang berdampak luas pada perekonomian dan sektor keuangan. Di mana, pada Mei 2026, OJK telah meminta perbankan melakukan pemblokiran 36.161 rekening.

“Angka ini meningkat cukup signifikan, sebesar 3.000 rekening dibandingkan April lalu 33,836 rekening yang terindikasi melakukan aktivitas perjudian daring berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perbank OJK, Dian Ediana Rae secara daring dari Jakarta, Selasa (07/07/2026).

Dikatakan Dian, selain meminta pemblokiran rekening, untuk pemberantasan perjudian daring, OJK juga memperluas laporan dengan meminta perbankan melakukan penutupan rekening yang memiliki kesesuaian dengan nomor identitas kependudukan atau NIK dari masing-masing pihak yang terindikasi melakukan perjudian daring.

Sementara itu, Dian menyebutkan, dari sisi kinerja intermediasi perbankan, tercatat tumbuh positif dengan profil risiko yang tetap terjaga. Pada Mei 2026, kredit tumbuh 11,51 persen yoy menjadi sebesar Rp8.918 triliun.

“Angka ini meningkat dibandingkan posisi April 2026 yang tumbuh 9,98 persen yoy,” katanya.

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 21,95 persen. Adapun berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh tertinggi, 18,39 persen yoy. Sementara itu kredit UMKM telah menunjukkan perbaikan dengan tumbuh positif sebesar 0,60 persen yoy, di mana sebelumnya bertumbuh 0,16 persen yoy.

Ditinjau dari kepemilikan, kredit Bank BUMN tubuh tertinggi yaitu sebesar 15,98 persen. Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh sebesar 13,49 persen, di mana pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 11,39 persen menjadi Rp10.294 triliun dengan Giro, Deposito dan Tabungan masing-masing tumbuh sebesar 20,53 persen, 10,17 persen dan 10,21 persen.

Likuiditas industri perbankan pada Mei 2026 juga tetap memadai dengan rasio Alat Likuid Non-Core Deposit (AL/NCD) atau AL/DPK masing-masing sebesar 108,20 persen, dan 24,74 persen, masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

“Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 186,54 persen,” sebutnya.

Kualitas kredit juga tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,17 persen dan NPL net terjaga di level 0,84 persen. Loan at Risk (LAR) tercatat sebesar 8,72 persen.

“Secara umum, tingkat profitabilitas bank atau ROA sebesar 2,45 persen, menurun snagat tipis jika dibandingkan dengan April lalu sebesar 2,46 persen,” tambahnya.

Ketahanan permodalan perbankan juga tercatat kuat dengan buffer mitigasi resiko yang memadai, yang tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 23,74 persen, menurun dibanding April lalu 23,97 persen.

Bali Putra