Hari Raya Galungan di Situasi Ekonomi Penuh Tantangan, PHDI Lutim Harapkan Umat Hindu tetap Optimis

112
Ketua PHDI Kabupaten Luwu Timur, I Nyoman Sugiana. POTO: ISTIMEWA

 

Umat Hindu di Seluruh Indonesia merayakan Hari Raya Galungan hari ini, Rabu (17/06/2026). Di mana, perayaan Galungan tahun ini hadir di tengah situasi ekonomi yang masih penuh tantangan. Banyak keluarga merasakan kenaikan biaya hidup, dunia usaha menghadapi ketidakpastian, dan masyarakat dituntut semakin bijaksana dalam mengelola pengeluaran.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Luwu Timur (Lutim), I Nyoman Sugiana mengatakan, ajaran Hindu mengingatkan kita bahwa kesejahteraan sejati tidak hanya diukur dari harta benda, melainkan dari ketenangan batin, kejujuran, kerja keras, dan rasa syukur.

Dalam kondisi seperti ini, kata Sugiana, semangat Galungan mengajarkan kita untuk mengalahkan rasa putus asa dengan optimisme, mengalahkan keserakahan dengan kesederhanaan, dan mengalahkan egoisme dengan semangat saling menolong.

“Mari kita perkuat nilai Vasudhaiva Kutumbakam, bahwa kita semua adalah satu keluarga besar. Umat yang lebih mampu dapat membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi kesulitan,” ujarnya.

Ketua PHDI yang juga pengusaha pemilik brand Adi Luwung, mengajak umat Hindu, khususnya di Kabupaten Luwu Timur, terus membangun kemandirian ekonomi melalui kerja jujur, disiplin, inovatif, serta memanfaatkan potensi daerah, seperti di bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan usaha mikro.

“Jadikan semangat ngayah (gotong royong) sebagai landasan untuk bekerja tulus, bukan hanya di lingkungan pura, juga dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak generasi muda Hindu untuk terus meningkatkan pendidikan, keterampilan, dan integritas, karena sumber daya manusia unggul merupakan investasi terbaik dalam menghadapi perubahan zaman.

Sugiana mengapresiasi seluruh umat yang senantiasa menjaga kerukunan, toleransi, dan persaudaraan dengan seluruh elemen masyarakat. Ia berharap, semangat Hari Raya Galungan semakin mempererat persatuan dan memperkuat kontribusi umat Hindu bagi kemajuan Kabupaten Luwu Timur.

“Hari suci ini merupakan momentum untuk meneguhkan kemenangan Dharma melawan Adharma, kemenangan kebajikan atas segala bentuk sifat negatif dalam diri manusia,” pungkasnya.

Bali Putra