OJK Edukasi Generasi Muda Adaptif dan Cerdas Finansial

98
OJ mengedukasi masyarakat terkait literasi dan inklusi keuangan sejak usia sekolah dasar, untuk menciptakan SDM unggul, adaptif dan cerdas finansial. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) terus berupaya memperkuat literasi dan inklusi generasi muda agar adaptif dan cerdas finansial. Pada 9-11 Juni lalu, OJK menyasar generasi muda di Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, dan Majene, Sulawesi Barat.

“OJK berkomitmen membentuk generasi muda cakap finansial, mampu mengelola keuangan secara bijak, serta memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara aman dan bertanggung jawab,” ungkap Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin dalam keterangan tertulis, Senin (15/06/2026).

Dikatakan, edukasi keuangan juga diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan generasi muda terhadap berbagai risiko kejahatan keuangan, termasuk penipuan digital, pinjaman online ilegal, dan investasi ilegal.

Dalam tiga hari tersebut, OJK bekerja sama industri perbankan, menggelar edukasi keuangan di hari dan lokasi berbeda. Hari pertama kepada 120 pelajar di SMP Negeri 2 Mamuju, dilanjutkan hari kedua kepada 100 pelajar SD Inpres Ngapaboa, Kabupaten Mamuju Tengah, dan hari ketiga kepada 150 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar),

Kegiatan dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis rekening Simpanan Pelajar (SimPel) sebagai upaya memperluas akses keuangan di lingkungan pendidikan. Melalui kepemilikan rekening tabungan sejak dini, para pelajar diharapkan dapat membangun kebiasaan menabung dan mengelola keuangan secara lebih terencana.

Edukasi disampaikan melalui metode interaktif dan mudah dipahami guna mengenalkan konsep dasar pengelolaan keuangan, pentingnya menabung, serta kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi generasi muda, katanya, merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dan cakap finansial. Edukasi keuangan sejak usia sekolah hingga perguruan tinggi, membantu generasi muda lebih bijak dan bertanggungjawab dalam mengambil keputusan keuangan.

Pentingnya edukasi keuangan bagi pelajar dan mahasiswa sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang menunjukkan tingkat literasi keuangan kelompok pelajar dan mahasiswa baru 61,76 persen. Sementara tingkat literasi keuangan syariah 40,49 persen.

Walaupun tumbuh positif dibanding tahun sebelumnya, upaya edukasi berkelanjutan masih diperlukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai manfaat, risiko, hak, dan kewajiban dalam penggunaan produk dan layanan jasa keuangan.

Melalui kegiatan edukasi yang menjangkau sebanyak 370 pelajar dan mahasiswa di tiga kabupaten di Sulawesi Barat tersebut, OJK Sulsel Sulbar berharap dapat mendorong terbentuknya generasi muda yang semakin melek keuangan, memiliki budaya menabung yang kuat, bijak dalam bertransaksi digital, serta mampu menjadi agen literasi keuangan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dengan semakin meningkatnya pemahaman dan akses terhadap produk serta layanan jasa keuangan, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelaku utama dalam membangun budaya keuangan yang sehat, mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta berkontribusi dalam mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Editor: Bali Putra