BI Sulsel Gandeng Konten Kreator, Perkuat Kampanye Ekonomi dan Keuangan Syariah

112
BI Sulsel terus memperkuat kampanye ekonomi dan keuangan syariah, salah satunya dengan menggandeng puluhan konten kreator melalui ToT konten ekonomi dan keuangan syariah yang berlangsung di Baruga Phinisi, Kantor BI Sulsel, Rabu (10/06/2026). POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus memperkuat kampanye ekonomi dan keuangan syariah untuk meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi syariah masyarakat.

Kali ini, menggandeng puluhan konten kreator, BI Sulsel menggelar Training of Trainers (ToT) konten ekonomi dan keuangan syariah yang berlangsung di Baruga Phinisi, Kantor BI Sulsel, Rabu (10/06/2026).

ToT ini sekaligus menjadi strategi edukasi mengenalkan berbagai kebijakan BI, selain kebijakan moneter dan sistem pembayaran.

Deputi Direktur BI Sulsel, Aswin Gantina menyebutkan, di tengah semakin kencangnya laju transformasi digital, pola konsumsi informasi masyarakat  bergeser. Ruang digital kini menjadi sumber utama informasi atau pengetahuan termasuk seputar ekonomi dan keuangan syariah.

Deputi Direktur BI Sulsel, Aswin Gantina saat memberi sambutan dan membuka ToT keuangan syariah, Rabu (10/06/2026). POTO: ISTIMEWA

”BI menyadari perubahan ini dan meresponsnya melalui strategi edukasi yang lebih adaptif yaitu dengan memanfaatkan omnichannel serta penulisan narasi yang memerhatikan konteks keseluruhan,” ujar Aswin saat membuka kegiatan ToT.

Melalui kegiatan ToT, BI Sulsel mengajak konten kreator mendukung kampanye ekonomi dan keuangan syariah agar tercipta perubahan nyata dalam perilaku ekonomi masyarakat. Masyarakat diharapkan tidak sekadar paham atas produk dan prinsip syariah, juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga perubahan ini bersifat lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

”ToT ini juga salah satu rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2026, yang menjadi agenda tahunan BI dalam mempromosikan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di KTI,” sebut Aswin.

Di 2026, BI Sulsel telah menyelenggarakan Pekan Ekonomi Syariah (PESyar) pada Ramadan 2026 serta Olimpiade Ekonomi dan Keuangan Syariah yang dimulai, 8 Juni 2026. Dua kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kontribusi BI Sulsel dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah untuk semua kalangan.

Kegiatan ToT, menjadi bagian komitmen jangka panjang BI dalam mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia.

Menghadirkan pakar ekonomi dan keuangan syariah, Dr. Nasrullah Bin Sapa, sebagai nara sumber. Di mana, Ia diantaranya memaparkan mengenai karakteristik ekonomi syariah seperti berorientasi pada ekonomi bernilai ibadah, berpihak pada martabat dan kemaslahatan manusia, tidak memisahkan nilai ekonomi dari nilai akhlak, dan imbaskan materi-spiritual dan individu- sosial. Dr. Nasrullah juga memaparkan beberapa hal yang dilarang dalam ekonomi Islam seperti Maysir, Gharar, Haram, Riba, dan Bathil.

Bali Putra