Dukung Pelestarian Budaya Sulsel, Bandara Sultan Hasanuddin Salurkan CSR dan Gelar Pertunjukan Seni di Area Bandara

130
PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menyalurkan program CSR kepada Lembaga Seni Budaya Pajaga Ada’ di ruang tunggu keberangkatan Gate 5 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Selasa (12/05/2026). POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAROS – PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menyalurkan  program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Lembaga Seni Budaya Pajaga Ada’ di ruang tunggu keberangkatan Gate 5 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Selasa (12/05/2026).

Kegiatan ini, sebagai bentuk dukungan kepada sanggar seni, komunitas budaya, serta penggiat kebudayaan 2026 melalui “InJourney Airport Community Upskilling for Aviation” atau Pojok Budaya yang dilaksanakan serentak di lingkungan PT Angkasa Pura Indonesia. Ini sekaligus bentuk dukungan terhadap pelestarian seni dan budaya daerah.

Pada kegiatan tersebut, Lembaga Seni Budaya Pajaga Ada’ turut menampilkan pertunjukan seni budaya tradisional Sulsel di area terminal keberangkatan bandara. Sebagai upaya Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan melalui pengenalan budaya lokal kepada para pengguna jasa bandara, baik penumpang domestik maupun mancanegara.

Sanggar Seni Budaya Pajaga Ada’ menampilkan pertunjukan seni budaya tradisional Sulsel di area terminal keberangkatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang dapat enghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan kepada pengguna jasa bandara, baik penumpang domestik maupun mancanegara. POTO: ISTIMEWA

“Kami memberikan ruang bagi komunitas seni untuk terus berkarya dan  memperkenalkan budaya Sulsel kepada pengguna jasa bandara. Ruang bagi sanggar tari untuk terus berkreativitas, serta memperkenalkan nilai dan identitas budaya Sulsel kepada masyarakat luas,” ungkap General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha.

Menurutnya, bandara tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi udara, juga menjadi ruang memperkenalkan identitas budaya daerah kepada masyarakat luas.

“Kehadiran unsur budaya di lingkungan bandara diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan lebih hangat, berkarakter, dan berkesan bagi para pengguna jasa bandara,” ujarnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Sri Wulan, mengapresiasi pelaksanaan program budaya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Menurutnya, kehadiran pertunjukan seni budaya di area bandara menjadi langkah positif memperkenalkan budaya daerah sekaligus memunculkan suasana perjalanan yang lebih menarik.

“Kami mengapresiasi Bandara Sultan Hasanuddin yang menghadirkan ruang bagi pelestarian budaya daerah di lingkungan bandara. Kehadiran budaya lokal seperti ini tentu menjadi nilai tambah yang dapat memberikan pengalaman berbeda dan lebih berkesan bagi para pengguna jasa bandara,” katanya.

PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin berkomitmen untuk terus menghadirkan program CSR yang berdampak sosial positif bagi masyarakat, termasuk melalui dukungan terhadap pelestarian budaya daerah, pemberdayaan komunitas lokal, serta kolaborasi yang mampu menghadirkan pengalaman kebandarudaraan yang lebih berkarakter dan berkesan bagi pengguna jasa bandara.

Editor: Bali Putra