
BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) membuka peluang bagi mahasiswa disabilitas di seluruh program studi (Prodi) jenjang sarjana (S1), termasuk kedokteran. Memperkuat komitmen Unhas menghadirkan pendidikan tinggi inklusif berkeadilan melalui penguatan sistem Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Afirmasi Disabilitas.
“Ini upaya Unhas memastikan seluruh calon mahasiswa memperoleh kesempatan yang setara untuk mengakses pendidikan tinggi tanpa diskriminasi,” ungkap Kepala Pusat Disabilitas (Pusdis) Unhas, Ishak Salim, saat Focus Group Discussion (FGD) updating Standar Operasional Prosedur (SOP) Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Afirmasi Disabilitas Unhas 2026 di Lounge Lt. 8 Gedung Rektorat Unhas, Kamis (07/05/2026).
Komitmen kesetaraan tercermin melalui kebijakan seluruh fakultas yang membuka peluang bagi calon mahasiswa disabilitas pada penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027.
Unhas sendiri, kata Ishak, semakin aktif menciptakan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas. Khusus untuk proses pembelajaran, Pusdis Unhas dan Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP), merumuskan panduan bagi dosen dan tenaga kependidikan dalam proses akademik.
“Kolaborasi ini telah menghasilkan lima buku panduan bagi dosen yang dapat digunakan dalam mempersiapkan pembelajaran, melakukan asesmen kompetensi, dan evaluasi belajar terhadap mahasiswa penyandang disabilitas,” kata dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik itu.
Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Penerimaan Mahasiswa Baru Unhas, Nurul Ichsani, menjelaskan, penguatan jalur afirmasi disabilitas tidak hanya berkaitan dengan proses seleksi penerimaan mahasiswa baru, juga komitmen Unhas membangun sistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan ramah bagi semua kalangan.
“Pendidikan tinggi harus membuka ruang yang setara bagi seluruh calon mahasiswa. Karena itu, penguatan SOP penerimaan mahasiswa jalur afirmasi disabilitas menjadi langkah penting agar layanan yang diberikan semakin adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa,” jelas Nurul.
Diskusi melibatkan berbagai unsur pimpinan universitas, mulai jajaran dekan, pimpinan unit terkait, dan pengurus Pusdis Unhas.
Sejumlah pimpinan fakultas turut menyampaikan dukungannya terhadap penguatan akses pendidikan bagi mahasiswa disabilitas. Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi menegaskan kesiapan mereka untuk memberikan kesempatan yang sama bagi calon mahasiswa disabilitas, selama memenuhi persyaratan akademik dan kompetensi yang telah ditetapkan melalui proses asesmen awal.
Pendekatan tersebut dipandang penting untuk memastikan mahasiswa yang diterima memiliki kesiapan menjalani proses pendidikan sesuai karakteristik keilmuan masing-masing program studi, sekaligus tetap memperoleh hak dan kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan tinggi.
Berbagai aspek strategis turut menjadi perhatian dalam pembahasan, mulai dari mekanisme seleksi mahasiswa baru, sistem layanan akademik, pola pendampingan, hingga kesiapan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran di tingkat fakultas dan program studi.
Editor: Bali Putra








