GMTD Berhasil Kumpulkan 306 Kilogram Sampah

73
GMTD menggelar aksi sosial bersih-bersih Pantai Akkarena dan berhasil mengumpulkan 306 kilogram sampah, Kamis (30/04/2026). POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Memperingati Hari Bumi Sedunia, PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk. (GMTD) menggelar aksi sosial bersih-bersih Pantai Akkarena dan berhasil mengumpulkan 306 kilogram sampah, Kamis (30/04/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kebersihan pantai sebagai bagian dari pelestarian ekosistem laut, sekaligus mendukung sektor pariwisata lokal melalui terciptanya lingkungan bersih, sehat, dan nyaman.

Head of Finance GMTD, Eldo T. Sinurat, menyebutkan, ini merupakan upaya berkelanjutan GMTD dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

“Menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui momentum Hari Bumi Sedunia ini, GMTD ingin mengajak seluruh elemen masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya kawasan pesisir,” ujar Eldo.

Menurutnya, GMTD yang notabena pengembang kawasan terpadu Tanjung Bunga Makassar, terus memperkuat komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan dengan mengintegrasikan aspek Environment, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis.

Komitmen tercermin dalam arah pengembangan kawasan dan melalui berbagai program CSR dalam kerangka “Lippo Untuk Indonesia PASTI”, Pintar, Asri, Sejahtera, Tangguh, dan Independen.

Aksi bersih pantai, dilakukan GMTD bekerja sama Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku serta Kelurahan Tanjung Merdeka. Melibatkan 100 peserta yang merupakan karyawan GMTD dan perwakilan instansi terkait.

Peserta mengumpulkan sampah plastik di sepanjang pesisir Pantai Akkarena.

Sementara itu, Kepala Tata Usaha Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku, Rina Triany Muchsin, mengapresiasi inisiatif GMTD dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Senada dengan hal tersebut, Lurah Tanjung Merdeka, M. Armansyah Fernanda, mengatakan, kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat. sebagai kunci utama menciptakan lingkungan bersih.

Editor: Bali Putra