OJK Bahas Peluang dan Risiko Pembiayaan Digital, Dorong Generasi Muda Melek Keuangan

61
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman saat memberi kuliah umum di Universitas Riau, Selasa (21/04/2026). POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda agar melek keuangan dan memiliki  pemahaman memadai terhadap peluang dan risiko pembiayaan digital yang kini berkembang pesat. Termasuk risiko penyalahgunaan data pribadi serta potensi terjebak pembiayaan ilegal.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman menyebutkan, OJK terus memperkuat pengaturan dan pengawasan terhadap industri pembiayaan digital guna memastikan perkembangan yang sehat, stabil, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat

“Pembiayaan digital itu sangat mudah. Tentu ada konsekuensi, atau risiko yang perlu dipahami,” ujar Agusman saat memberi kuliah umum di Universitas Riau, Selasa (21/04/2026).

Kuiah umum diikuti ratusan mahasiswa, menindaklanjuti Nota Kesepahaman (MoU) OJK dengan Universitas Riau untuk kurun waktu 2023–2028.

Agusman menambahkan, pembiayaan digital memiliki prospek besar, apabila  dimanfaatkan optimal. Namun, penerapan prinsip kehati-hatian (prudensial) dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada, merupakan hal penting.

“Regulasi dari OJK sudah beragam, ada undang-undang, roadmap. Namun, itu butuh dukungan, terutama dari akademisi,” tambahnya.

Di tempat sama, Rektor Universitas Riau Sri Indarti mengatakan, sinergi dunia akademik dan regulator sangat penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Sementara itu, Kepala OJK Riau, Triyoga Laksito, berharap, kerja sama OJK dengan Universitas Riau dapat memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap sektor jasa keuangan, khususnya di era digital.

Editor: Bali Putra