Unhas Siapkan 1.128 Pengawas UTBK, Tegaskan Sanksi tanpa Toleransi

108
Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Upaya Universitas Hasanuddin (Unhas) menjaga integritas dan kredibilitas pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) terus diperkuat melalui sistem pengawasan yang lebih terstruktur dan konsisten. Langkah ini penting untuk memastikan proses seleksi berlangsung adil, objektif dan transparan.

Unhas menyiapkan 1.128 pengawas sebagai garda terdepan dalam menjaga mutu pelaksanaan ujian. Peran ini tidak hanya bersifat administratif, juga menjadi kunci dalam memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan.

Pengawas dituntut memiliki ketelitian, integritas, dan komitmen tinggi. Konsistensi dalam menjalankan tugas menjadi faktor penentu keberhasilan pelaksanaan UTBK SNBT, sehingga kualitas proses seleksi dapat terjaga secara menyeluruh.

Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, menyebutkan, para pengawas UTBK adalah pejuang yang mengemban tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas pelaksanaan ujian. Peran tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi penentu kredibilitas proses seleksi. Melalui dedikasi para pengawas, Unhas diharapkan dapat terus menjadi tolak ukur pelaksanaan UTBK di kawasan timur Indonesia.

Lebih lanjut, JJ menegaskan, setiap pengawas harus bekerja secara profesional, teliti, dan berintegritas tinggi. Tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga memastikan seluruh proses berlangsung jujur dan adil, tanpa memberi ruang bagi praktik kecurangan.

“Unhas tidak akan menoleransi segala bentuk kecurangan. Siapa pun yang terbukti melanggar akan dikenakan sanksi tegas hingga dikeluarkan dari Unhas. Diperlukan komitmen yang kuat dan semangat saling mengawasi, karena yang dipertaruhkan bukan hanya pelaksanaan ujian, tetapi juga nama baik institusi,” jelasnya.

Ia juga menyinggung adanya oknum internal yang terlibat dalam pelanggaran pada pelaksanaan sebelumnya. Terhadap hal tersebut, Unhas telah mengambil langkah tegas tanpa kompromi, termasuk pemberhentian, sebagai bentuk komitmen menjaga marwah institusi. Hal ini disampaikan,

Pembelajaran dari pengalaman tersebut mendorong Unhas untuk terus meningkatkan sistem pengendalian secara menyeluruh. Seluruh sivitas akademika diingatkan agar tidak memberi ruang terhadap segala bentuk penyimpangan. Sekaligus menjadi pengingat bahwa Unhas memiliki sikap tegas terhadap segala bentuk perbuatan yang melanggar aturan.

Pesan ini disampaikan Rektor JJ melalui kegiatan pengarahan kepada 1.128 pengawas UTBK SNBT yang berlangsung di Baruga AP Pettarani, Kamis (16/04/2026). Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kesiapan teknis sebelum pelaksanaan ujian.

Sebagai bagian dari penguatan tata kelola, Unhas sebelumnya juga menggelar pengarahan bagi 84 Penanggung Jawab Lokasi (PJL) UTBK SNBT di Gedung Auditorium Amiruddin, Fakultas Kedokteran. Dimana, JJ kembali menekankan pentingnya peningkatan pengawasan secara berkelanjutan, dengan memastikan seluruh unsur memiliki komitmen yang sama dalam menjaga integritas.

Dirinya menegaskan, tidak boleh ada ruang, niat, maupun upaya sekecil apa pun untuk membantu terjadinya kecurangan.

Dalam kegiatan ini, para peserta dibekali dengan informasi mengenai tata tertib pelaksanaan ujian, termasuk bentuk pengawasan dan koordinasi yang dilakukan oleh para pengawas maupun PJL. Diharapkan, kegiatan pengarahan ini bisa membantu para pengawas dan PJL menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik.

Pelaksanaan UTBK SNBT di Unhas digelar dalam 16 sesi, mulai 21–28 April, tersebar di 15 lokasi dengan 43 ruang ujian. Didukung 1.128 pengawas dan 84 PJL, seluruh rangkaian berlangsung terstruktur di Kampus Tamalanrea dan Gowa.

Editor: Bali Putra