Berkembang Menjadi Pusat Kreativitas dan Inklusivitas, Kunjungan ke Museum Kota Makassar Terus Meningkat

78
Bukan sekadar ruang koleksi sejarah, Museum Kota Makassar kini berkembang menjadi pusat kreativitas dan inklusivitas, tempat pameran seni dan budaya, pemotretan, talkshow, workshop, hingga ruang berkumpul komunitas. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Kunjungan ke Museum Kota Makassar terus mengalami peningkatan. Bukan sekadar ruang koleksi sejarah, Museum Kota Makassar kini berkembang menjadi pusat kreativitas dan inklusivitas, tempat pameran seni dan budaya, pemotretan, talkshow, workshop, hingga ruang berkumpul komunitas.

Semua itu, selaras dengan pilar inklusivitas dalam visi dan misi, menjadikan museum sebagai ruang edukasi inklusif, dan juga destinasi wisata.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware  menyebutkan, Museum Kota Makassar merupakan tempat sejarah dan masa depan buadaya Makassar bertemu. “Kenali sejarah’ta, lestarikan budaya’ta,” ujarnya.

Andi patiware mengajak masyarakat menyempatkan diri untuk mengunjungi Museum Kota Makassar. Di mana, masyarakat dapat menikmati sejarah, mengeksplorasi kreativitas, dan menjadikan budaya bagian dari hidup.

“Museum Kota Makassar kini tampil dengan wajah baru. Bukan sekadar menyimpan artefak, namun menjadi ruang budaya yang hidup, pusat kreativitas, dan inklusif,” tambahnya.

Sejak dibuka kembali Mei 2024 (pasca revitalisasi), Museum Kota Makassar terus menarik perhatian masyarakat. Capaian pengunjung di 2024, sebanyak 59.303 orang.

Kemudian di 2025 (hingga 1 September, red), pengunjung sudah mencapai 32.578 orang. Angka yang membuktikan bahwa Museum Kota Makassar semakin diminati.

“Kunjungan meningkat setiap triwulan didominasi pelajar dan mahasiswa, masyarakat umum, peneliti, juga wisatawan asing,” pungkasnya.

*/Bali Putra