Hingga Kamis Sore, Hilal 1 Syawal 1447 H belum Terlihat di Makassar

130
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Tim rukyatul hilal DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan melakukan pengamatan hilal 1 Syawal 1447 Hijriah di lantai 18 Observatorium Universitas Muhammadiyah Makassar, Kamis (19/03/2026).

Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, Jamroni, menjelaskan, hasil pengamatan menunjukkan hilal belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan.

“Di wilayah Sulawesi Selatan, kriteria MABIMS tidak terpenuhi. Ketinggian hilal belum mencapai 3 derajat, begitu juga sudut elongasi belum mencapai 6,4 derajat. Selain itu, kondisi cuaca berawan cukup tebal menghambat pengamatan,” ujarnya.

Hingga batas akhir pengamatan, pukul 18.22 Wita, hilal tidak berhasil terlihat. Data BMKG Wilayah IV Makassar ketinggian hilal: 1° 40’ 32” dan sudut elongasi: 5,27°. Angka tersebut masih di bawah standar kriteria imkanur rukyat yang disepakati negara-negara anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yaitu tinggi minimal: 3 derajat dan elongasi minimal: 6,4 derajat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Dr. Ali Yafid, menegaskan, seluruh tim pengamat di Makassar sepakat tidak melihat hilal pada hari tersebut.

“Faktor cuaca berawan, turut memengaruhi hasil pengamatan. Berdasarkan data, posisi hilal belum memenuhi kriteria untuk dapat terlihat,” jelasnya.

Ketua LDII Sulawesi Selatan, Asdar Mattiro, menyatakan, keikutsertaan LDII dalam rukyatul hilal merupakan komitmen organisasi mendukung penetapan awal bulan Hijriah yang kredibel.

Hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia akan menjadi pertimbangan dalam sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia.

Keputusan resmi mengenai awal Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah akan diumumkan setelah mempertimbangkan hasil hisab dan rukyat secara nasional.

Editor: Bali Putra