Januari 2026, Kinerja Perbankan Sulsel Tumbuh Positif

60
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, saat memaparkan kinerja sektor jasa keuangan Sulsel di Gedung OJK Sulselbar di Makassar, Senin (09/03/2026). POTO: BALI PUTRA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Kinerja perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) posisi Januari 2026, tumbuh positif dibandingkan periode sama 2025. Total aset tumbuh 5,90 persen, menjadi Rp212,19 triliun dari Rp200,37 triliun pada Januari 2025.

Pertumbuhan juga terjadi pada penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), mencapai 7,83 persen menjadi Rp145,27 triliun dari posisi Januari 2025 sebesar Rp134,73 triliun. Begitu juga penyaluran kredit tumbuh 5,56 persen menjadi Rp173,03 triliun dari posisi Januari 2025 sebesar Rp163,91 triliun.

“Kinerja intermediasi perbankan di Sulsel relative cukup tinggi dengan LDR 119,11 persen, namun tetap didukung kualitas kredit atau NPL di level terkendali 3,76 persen,” ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Moch. Muchlasin, saat memaparkan kinerja sektor jasa keuangan Sulsel di Gedung OJK Sulselbar di Makassar, Senin (09/03/2026).

DPK Perbankan di Sulsel, didominasi tabungan sekitar 59,80 persen dari total DPK atau sebesar Rp86,87 triliun. Kemudian deposito 24,22 persen atau Rp35,18 triliun, dan giro 15,99 persen mencapai Rp23,22 triliun.

Sementara dari sisi kredit, 52,88 persen dari total kredit disalurkan untuk kredit produktif atau sebesar Rp91,50 triliun dan 47,12 persen untuk kredit konsumsi atau sebesar Rp81,53 triliun.

Perdagangan besar dan eceran, menjadi sektor usaha dengan penyaljran kredit terbesar mencapai Rp38,21 triliun. Kemudian pertanian, perburuan, dan kehutanan Rp15,80 triliun, industri pengolahan Rp8,32 triliun, sektor konstruksi Rp4,97 triliun, juga real estate, usaha persewaan dan jasa perusahaan yang besarnya mencapai Rp3,83 triliun

“Kalau kita lihat dari sebaran wilayah, Kota Makassar menjadi daerah dengan penyaluran kredit tertinggi, sekitar 52,16 persen atau Rp47,51 triliun. Sehingga, ada korelasi, kredit ke perdagangan besar dan eceran menjadi sektor usaha dengan penyaluran terbesar,” ujar Muchlasin

Ia menyebutkan, OJK akan terus memantau perkembangan sektor jasa keuangan untuk menjaga stabilitas industri perbankan serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Karena, perbankan berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah melalui penyaluran kredit produktif ke berbagai sektor usaha.

Bali Putra