Unhas Bersama Tiga Universitas Jepang Perkuat Perspektif Keperawatan Global Berbasis SDG’s

77
Fakultas Keperawatan Unhas bersama tiga universitas Jepang, berupaya memperkuat perspektif keperawatan global berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama tiga universitas di Jepang, yakni Niigata University of Health and Welfare, Okayama University, dan Kanazawa University, berupaya memperkuat perspektif keperawatan global berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Upaya itu dilakukan dengan menggelar “Indonesia – Japan SDGs Summer Program: Advancing Global Nursing Perspectives”, di Ruang Senat Fakultas Keperawatan, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Senin (02/03).

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Keperawatan Unhas, Syahrul Said, menyebutkan, kolaborasi ini tidak sekadar penguatan program inbound, tetapi merupakan langkah strategis membangun atmosfer akademik internasional yang produktif dan berkelanjutan.

“Kemitraan lintas negara membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman lintas budaya, serta peluang riset bersama yang berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran dan daya saing global mahasiswa,” ujarnya.

Fusayo Kobayashi dari Niigata University of Health and Welfare mengapresiasi interaksi akademik yang terbangun selama program. Ia menilai keterlibatan langsung dengan mahasiswa dan dosen Unhas menciptakan dialog ilmiah yang konstruktif serta memperkuat pondasi kerja sama institusional di masa mendatang.

Kegiatan resmi dibuka Kepala Kantor Urusan Internasional Unhas, Andi Masyitha Irwan. Ia menekankan, Unhas memiliki beragam fakultas dan bidang keilmuan yang potensial untuk dikolaborasikan melalui skema internasional yang lebih luas dan terintegrasi. Ia mendorong agar program serupa dapat diperluas hingga jenjang doktoral guna memperkuat kolaborasi riset dan publikasi ilmiah bereputasi.

“Melalui aktivitas internasional yang aktif, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga pembelajaran lintas budaya yang memperkaya perspektif global mereka,” jelas Masyitha.

Program yang dijadwalkan berlangsung hingga Selasa (17/03), menghadirkan rangkaian kegiatan akademik dan klinik, meliputi kunjungan ke rumah sakit pendidikan, pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit jiwa, serta klinik perawatan luka.

Editor: Bali Putra