Tabungan masih Menjadi Pilihan Masyarakat Sulsel dalam Menyimpan Dana di Bank

80
Ilustrasi. Perbankan syariah mengalami pertumbuhan signifikan di Sulsel pada posisi Januari 2025. Pertumbuhan positif terlihat dari aset perbankan syariah yang tumbuh 20,62 persen (yoy) menjadi Rp16,80 triliun. POTO : DOK. BISNISSULAWESI.COM

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Tabungan masih menjadi pilihan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam menyimpan dananya di bank. Hal itu tercermin dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perbankan di Sulsel yang didominasi tabungan, mencapai 59,92 persen dari total DPK. Disusul Deposito 25,23 persen dan Giro 14,85 persen.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra), Moch. Muclasin menyampaikan itu dalam keterangan tertulisnya terkait kinerja sektor jasa keuangan di Sulsel 2025, Minggu (01/03/2026).

Dikatakan Muchlasin, secara umum kinerja perbankan di Sulsel pada posisi Desember 2025, menunjukkan pertumbuhan positif. Baik pada indikator total aset, DPK, maupun dan kredit.

Ia menyebutkan, total aset perbankan tumbuh 5,33 persen (yoy) dengan nominal Rp214,32 triliun. DPK tumbuh 9,74 persen (yoy) dengan nominal Rp146,61 triliun, dan kredit yang disalurkan tumbuh 5,26 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp172,92 triliun.

“DPK di Sulsel didominasi tabungan dengan share 59,92 persen, disusul Deposito 25,23 persen dan Giro 14,85 persen,” sebut Muchlasin.

Sedangkan kredit, pertumbuhannya didorong penyaluran kredit produktif dengan share 53,07 persen yang berhasil tumbuh positif sebesar 3,06 persen pada 2025, setelah sebelumnya terkontraksi -0,08 persen pada 2024. Kredit konsumtif mencatatkan pertumbuhan tinggi, 7,85 persen. Dilihat berdasarkan sektor ekonomi, kredit yang disalurkan pada sektor perdagangan besar dan eceran memiliki porsi terbesar dengan share 22,19 persen.

“Kredit pada 2025 tumbuh lebih tinggi dibandingkan penyaluran kredit pada 2024 sebesar 4,23 persen. Menunjukkan adanya percepatan pembiayaan kepada sektor riil seiring membaiknya aktivitas ekonomi daerah,” tambah Muchlasin.

Ia menambahkan, kinerja intermediasi perbankan di Sulsel, tetap terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 117,95 persen dan tingkat rasio kredit bermasalah berada di level 3,65 persen.

Perbankan Syariah

Perbankan Syariah turut menunjukkan pertumbuhan positif pada posisi Desember 2025. Total aset tumbuh 22,38 persen (yoy) menjadi Rp21,81 triliun, dengan penghimpunan DPK tumbuh 20,64 persen menjadi Rp14,66 triliun. Penyaluran pembiayaan juga tumbuh 23,69 persen (yoy) menjadi Rp17,58 triliun. Tingkat intermediasi perbankan Syariah berada pada level 119,94 persen dengan tingkat NPF pada level 1,72 persen.

Editor: Bali Putra