
BISNISSULAWESI.COM, MAROS – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan ketersediaan ikan tetap terjaga selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. Berbagai upaya dilakukan, antara lain dengan turun langsung ke lapangan untuk memantau stok ikan di sentra penyedia pangan sehat seperti pasar tradisional, pasar modern, dan pelabuhan perikanan.
Selain itu, dilakukan diskusi dengan pelaku utama yang melakukan aktivitas jual beli ikan serta pengawasan mutu produk perikanan guna memastikan produk yang dikonsumsi masyarakat aman dan bermutu.
Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Makassar berkolaborasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Maros dan penyuluh perikanan BRPBAPPP Maros melakukan pengawasan mutu dan keamanan hasil perikanan domestik dan pendataan ketersediaan pasokan ikan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Labuang dan UMKM Cahaya Bandeng, Selasa (17/02/2026).
TPI Labuang Maros dipilih berdasarkan perannya sebagai salah satu sentra pendaratan dan distribusi ikan yang strategis di Sulawesi Selatan (Sulsel), serta tingginya aktivitas pelelangan ikan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. Sedangkan UMKM Cahaya Bandeng merupakan salah satu Poklahsar di Kabupaten Maros yang mensuplai bahan baku ikan ke dapur MBG.
Pada kegiatan tersebut dilakukan pendataan jenis ikan yang didaratkan, pemantauan harga, serta pemeriksaan mutu produk perikanan secara organoleptik.
Plt. Kepala BPPMHKP Makassar, Mohammad Zamrud menyebutkan, hasil pemantauan menunjukkan, stok ikan di TPI Labuang Maros dalam kondisi cukup dan aman selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri.
“Kami melakukan pemantauan mutu produk perikanan di sentra penyedia pangan sehat, sekaligus melakukan pengujian produk perikanan yang diperjualbelikan untuk memastikan mutunya terjaga dan aman untuk dikonsumsi” ungkap Zamrud.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perikanan Maros, Muhisal yang ikut dalam kegiatan pemantauan tersebut menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut.
“Ini kegiatan yang luar biasa dan selalu kami support. Selain TPI Labuang, kami dari Dinas Perikanan Maros juga berkolaborasi dengan Balai Mutu Makassar melakukan pengawasan mutu domestik di UKM yang mensuplai bahan baku ikan untuk kegiatan MBG” kata Muhisal.
Peran penyuluh perikanan dalam pembinaan pelaku utama kelautan dan perikanan seperti pedagang ikan juga sangat besar. Hal ini disampaikan Dominggus Linthin, Koordinator Penyuluh Perikanan kabupaten Maros.
“Pelaku utama perikanan seperti penjual ikan di TPI Labuang ini diedukasi oleh penyuluh perikanan agar pada saat menjual ikannya, sistem rantai dinginnya tetap terjaga dan tidak menurun mutunya” sambung Linthin.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan berharap masyarakat dapat memperoleh produk perikanan yang aman, bermutu, dan terjangkau selama Ramadhan dan Idul Fitri, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga ikan di Sulsel.
Editor: Bali Putra








