Poltekpar Siapkan 3.610 Kursi Mahasiswa Baru, Gelar Kuliah Umum Skala Besar

50
Grand Launching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Jalur Seleksi Bersama Masuk (SBM) dengan Poltekpar Makassar sebagai tuan rumah, Rabu (11/2/2026). POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) menyiapkan 3.610 kursi mahasiswa baru secara nasional untuk tahun ini. Kuota itu tersebar di enam Poltekpar yakni Bandung, Bali, Medan, Makassar, Palembang, dan Lombok, serta dua PSDKU di Sragen dan Manado

Hal itu disampaikan Direktur Poltekpar Makassar, Herry Rachmat Widaja, pada Grand Launching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Jalur Seleksi Bersama Masuk (SBM) dengan Poltekpar Makassar sebagai tuan rumah, Rabu (11/2/2026).

Sebanyak 60 persen atau 2.166 kursi dialokasikan melalui jalur SBM, sedangkan 40 persen melalui Seleksi Mandiri (SMM). Target pendaftar SBM dipatok 3.791 orang atau 175 persen dari kuota guna menjaring kandidat terbaik.

Tahapan seleksi dimulai pendaftaran online, 11 Februari hingga 1 Mei 2026. Selanjutnya sosialisasi dan simulasi ujian, kemudian tes masuk berbasis online, 11–14 Mei 2026 mencakup tes potensi skolastik, literasi Bahasa Inggris, psikotes, serta wawancara di kampus pilihan. Pengumuman kelulusan final dijadwalkan, 12 Juni 2026.

“Seleksi bersama, menjadi komitmen kolektif untuk menghadirkan proses penerimaan mahasiswa yang akuntabel dan berorientasi mutu,” ujar Herry yang juga ketua Panitia Pelaksanaan SBM.

Kualitas pendidikan Poltekpar menjadi daya tarik tersendiri. Dari total 46 program studi, 34 prodi atau 73,91 persen telah meraih akreditasi Unggul dari BAN-PT.

Sejumlah program favorit seperti Usaha Perjalanan Wisata, Destinasi Pariwisata, Divisi Kamar, hingga Tata Hidang dinilai siap menghasilkan lulusan siap kerja dan siap berwirausaha.

Deputi Bidang Sumberdaya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohammad Paham, menyebutkan, SBM merupakan strategi nasional untuk memastikan proses seleksi lebih objektif, adil, dan merata.

Ia berharap, Poltekpar dapat menjadi pusat lahirnya talenta muda, yang mampu memperkuat daya saing pariwisata Indonesia.

 

POTO: ISTIMEWA

Kuliah Umum Berskala Besar

Politeknik Pariwisata (Poltekpar) yang berada di bawah naungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, menyelenggarakan Kuliah Umum yang diikuti 6.000 peserta di Poltekpar Makassar, Kamis (12/02/2026).

Menghadirkan pejabat tinggi Kemenpar, direktur Poltekpar, akademisi, mahasiswa, hingga praktisi pariwisata, dengan fokus pada pengembangan wisata bahari dan wellness tourism berkelanjutan.

Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana turut hadir secara daring. Ia menekankan pentingnya implementasi pariwisata berkelanjutan, sebagai bagian dari strategi nasional.

“Pariwisata berkelanjutan memastikan bahwa aktivitas wisata tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, juga tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial budaya. Wisata Bahari memanfaatkan kekayaan maritim Indonesia, menawarkan pengalaman eksklusif, yang memperkenalkan keindahan laut sekaligus mendukung konservasi ekosistem,” ungkap Widiyanti.

Sementara wellness tourism, atau wisata kebugaran, berfokus pada kesejahteraan tubuh dan pikiran, sebuah tren yang semakin diminati wisatawan modern.

“Sinergi ketiga elemen ini akan menciptakan ekosistem pariwisata yang tangguh dan berdaya saing,” lanjutnya.

Kuliah umum ini juga membahas pendekatan Blue, Green, and Circular Economy (BGCE) sebagai strategi utama, untuk meningkatkan daya saing pariwisata nasional, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Editor: Bali Putra