Kelompok Peneliti Lalat Unhas Perkenalkan Lalat Buah sebagai Model Riset Strategis

67
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Kelompok peneliti Universitas Hasanuddin (Unhas) Fly Research Group (UFRG) memperkenalkan lalat buah sebagai model riset strategis dalam berbagai bidang penelitian, mulai dari genetika, biologi perkembangan, hingga riset penyakit dan terapi sekaligus membagikan wawasan ilmiah, dan pendekatan riset, dalam webinar (Outreach 2026) yang berlangsung, Selasa (10/02/2026)

Penelitif dari Fakultas Farmasi Unhas, Prof. Firzan Nainu, S.Si., M.Biomed.Sc., Ph.D., Apt.,  menyebutkan, lalat buah merupakan model biologis yang sangat kuat pada kesehatan manusia. Sekitar 75 persen gen manusia yang terkait penyakit memiliki pasangan fungsional pada lalat buah, dengan kesamaan tidak hanya pada struktur gen, juga fungsi biologis dan mekanisme seluler. Hal ini menjadikan lalat buah sangat efektif sebagai model screening untuk memahami mekanisme penyakit dan pengembangan terapi.

Prof. Firzan menjelaskan, rencana tubuh organisme dikendalikan program genetik yang bekerja melalui jaringan gen hierarkis dan bersifat evolusioner serta terkonservasi lintas spesies, sehingga temuan pada lalat buah relevan untuk menjelaskan berbagai penyakit manusia, seperti kanker, gangguan metabolik, penyakit degeneratif, dan proses inflamasi.

“Melalui UFRG Outreach 2026, lalat buah diposisikan sebagai mikroskop biologis yang mempercepat riset dan memperkuat kapasitas riset mahasiswa Indonesia,” kata Prof. Firzan.

Prof. Toshiyuki Takano dari Kyoto Drosophila Stock Center, Kyoto Institute of Technology, Jepang memaparkan, pemanfaatan koleksi lalat buah memungkinkan kajian penyakit secara lebih sistematis, terintegrasi, dan efisien, sekaligus menjembatani pendekatan lintas disiplin dari genetika, biologi sel, biomedis, hingga pengembangan terapi.

Sementara itu, Outreach 2026 sendiri, merupakan bagian dari penguatan kerja sama akademik internasional antara Unhas, universitas Queensland, dan Universitas Cambridge.

Kegiatan ini dirancang sebagai program berkelanjutan yang dilaksanakan dua hari, dengan konsep partisipatif yang melibatkan perwakilan dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

“Model ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman ilmiah, juga membangun soft skills, kepemimpinan akademik, dan kapasitas implementasi riset di masing-masing institusi,” kata Mukarram Mudjahid, selaku ketua panitia.

Tercatat, 11 universitas di luar Unhas berminat untuk terlibat, dengan 13 dosen perwakilan kampus serta sekitar 100 mahasiswa berlatar belakang Farmasi mengikuti kegiatan ini. TRG UFRG menargetkan munculnya kolaborasi riset lintas perguruan tinggi berbasis model lalat buah.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Farmasi Unhas, Prof. Muhammad Aswad, S.Si., M.Si., Ph.D., Apt., menegaskan, pemanfaatan lalat buah dalam riset memiliki nilai strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi.

Editor: Bali Putra