Di Sulsel, Pemerintah Salurkan KUR Sebesar Rp16,83 Triliun Sepanjang 2025

112
Kepala Kanwil DJPb Sulsel, Supendi. POTO: DOK. BISNISSULAWESI.COM

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Pemerintah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp16,83 triliun di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sepanjang 2025. Angka ini naik 0,35 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp16,78 triliun. Dari jumlah itu, pemerintah setidaknya membayarkan subsidi bunga sebesar Rp1,52 triliun.

KUR di Sulsel didominasi sektor pertanian dan perdagangan, dengan distribusi terbesar di Kabupaten Bone sebesar Rp1,738 triliun kepada 28.814 debitur, disusul Kota Makassar sebesar Rp1,647 triliun kepada 24.327 debitur dan Kabupaten Gowa sebesar Rp1,274 triliun kepada 21.202 debitur. Diharapkan, hal ini mampu mendorong pemerataan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Sulsel, Supendi menyebutkan, pertanian menjadi sektor penerima penyaluran KUR tertinggi mencapai Rp8,46 triliun, disusul sektor perdagangan Rp5,12 triliun, sektor jasa Rp1,12 triliun, dan sektor lainnya Rp2,13 triliun.

“KUR di Sulsel tersalurkan kepada 283.989 debitur,” sebut Supendi saat rilis APBN Sulsel 2025 di Gedung Keuangan Negara (GKN) II Makassar, Senin (26/01/2026).

Menurut Supendi, penyaluran KUR di Sulsel menjadi tertinggi keempat di Indonesia, setelah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Berdasarkan skema, KUR tertinggi disalurkan dengan skema mikro sebesar Rp13,18 triliun kepada 268,941 debitur. Kemudian skema kecil Rp3,34 triliun kepada 12,739 debitur. Skema suplay rumah sebesar Rp209,63 miliar kepada 70 debitur, skema demand rumah Rp52,83 miliar (378 debitur) dan skema lainnya Rp55,61 miliar kepada 1.861 debitur.

Bali Putra