Tanggap Darurat Bencana, PLN Bentuk Tim Reaksi Cepat

171
Antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan kesiapsiagaan bencana di kantor PLN UP3 Parepare. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, PAREPARE – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC), yang berperan penting sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana, dan sebagai tim khusus untuk penanganan kondisi darurat.

Tim ini kemudian diikutsertakan dalam pelatihan kesiapsiagaan darurat bencana yang berlangsung di kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Parepare, 19-20 Januari 2026.

Pelatihan melibatkan kerjasama PLN UID Sulselrabar dengan ORARI Parepare, BPBD Kota Parepare, Basarnas Kota Parepare, dan TAGANA Parepare. Kegiatan ini diikuti 100 peserta yang tergabung dalam TRC dari berbagai unit di bawah PLN UID Sulselrabar.

Selain berfokus kepada pelatihan tanggap bencana, Yayasan Baitul Maal PLN juga menggelar bakti sosial untuk berkontribusi memberikan bantuan sebanyak 100 paket sembako dan bantuan lima beasiswa kepada masyarakat di Desa Tegal, Kota Parepare. POTO: ISTIMEWA

Ketua ORARI Kota Parepare sekaligus ketua panitia pelatihan, Bobot Hery mengapresiasi atas kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan anggota TRC dalam menghadapi situasi darurat. Salah satu fungsi utama pembentukan TRC adalah untuk memberikan respons cepat terhadap bencana guna melindungi pegawai, masyarakat, dan aset perusahaan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Parepare, Abdul Waris Muhiddin menyampaikan penghargaan atas inisiatif dan komitmen untuk membekali peserta dan manajemen bencana.

“Kami berharap kepada semua peserta yang ikut pelatihan ini agar dapat menyerap dan mempraktikkannya kelak pada saat dibutuhkan,” ujarnya.

Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Sulselrabar, Ambo Tuwo, menegaskan pentingnya peran TRC sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana, dan sebagai tim khusus untuk penanganan kondisi darurat.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal kesiapsiagaan agar ketika terjadi bencana, anggota TRC dapat memberikan bantuan serta menerapkan keahlian yang diperoleh selama pelatihan. Selain itu, pelatihan ini juga berfokus pada peningkatan kompetensi,” jelasnya.

Dalam pelatihan ini, konsep manajemen 5M juga menjadi salah satu perhatian utama, salah satunya adalah elemen Man (Manusia).

“Semua bisa bergerak apabila ada manusianya. Pilar paling utama adalah manusia. Karena itu, teman-teman TRC dibekali oleh BPBD untuk memastikan kesiapan mereka,” ujar Ambo.

Ia mengatakan pentingnya bersinergi dan berkolaborasi dengan ORARI, BPBD, Basarnas, dan TAGANA sebagai rujukan utama dalam penanggulangan bencana.

“Saya berharap acara ini menjadi awal dari kerja sama yang baik antara PLN UID Sulselrabar dan BPBD. Kelak, kita dapat membantu unit lain jika diperlukan,” tambah Ambo.

Kegiatan pelatihan ini menunjukkan komitmen PLN UID Sulselrabar dalam meningkatkan kesiapan dan kompetensi TRC sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap pegawai, masyarakat, dan lingkungan. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, diharapkan TRC dapat memberikan kontribusi nyata dalam penanggulangan bencana.

Selain berfokus kepada pelatihan tanggap bencana, Yayasan Baitul Maal PLN juga menggelar bakti sosial untuk berkontribusi memberikan bantuan sebanyak 100 paket sembako dan bantuan lima beasiswa kepada masyarakat di Desa Tegal, Kota Parepare.

*/Editor: Bali Putra